Rabu, 24 Juni 2026

Aku Bahagia, Kamu Juga






Minggu, 7 Juni 2026
Halte Bus Komplek PT PHR Sebanga masih sunyi karena hari masih pagi. Udara terasa dingin dan lampu-lampu masih menyala. Hari ini murid kelas 6 SDS IT Mutiara berkumpul di Gedung Lancang Kuning untuk mengikuti Field Trip ke Pekanbaru dengan tujuan Pustaka Daerah dan Agro Wisata Pelangi. 
Waktu menunjukan jam 06.30. Parkiran mobil masih kosong hanya ada beberapa orang tua yang mengantar anak berdiri di koridor. Dzah, mobil belum ada tanya salah seorang di antara wali murid. Maaf, mungkin mobilnya masih di perjalanan, jawab ku sambil tersenyum. 
Tak berselang lama notif gawai ditanganku berbunyi pertanda ada pesan masuk. Di grup, ustadz Eri mengabarkan mobil sudah "otw" dari gate 3. Sekitar jam 06.45 lima mobil pariwisata pun memasuki lokasi. 
Di depan gedung murid dan ortu sudah ramai datang dengan ragam kostum kelas. Mulai dari 6A sampai 6E. Semua tampak bersemangat. Sambil membawa tas yang berisi perlengkapan mulai dari baju ganti, peralatan mandi, serta makanan ringan. 
Setelah berkumpul berdoa dan mendengarkan arahan dari ustadz Bram, semua siswa beserta pembimbing naik ke bus berdasarkan lot yang sudah dicabut walas 6A Bu El bus 01, 6B Bu Isra bus 02, 6C Bu Nel bus 03, 6D Dzah Met bus 04, dan 6E Bu War bus 05. 
Keberangkatan bus demi bus diringi lambaian tangan serta tawa dan senyum bahagia. Dalam hitungan menit kami pun sudah melewati Taman Kasuwari menuju gate satu. Pemandangan pagi yang cerah saat kami meninggalkan kota Duri. Laju kendaraan sedikit terombang ambing karena struktur jalan yang bergelombang. Namun karena stelan musik yang menyatu dengan jiwa seni satu persatu bakat pun bermunculan ada yang menyanyi ada yang bergoyang. 
Melewati gerbang tol Duri-Pekanbaru, kami murajaah surat Al Kautsar dan surat An Naba. Sepanjang jalan kiri kanan dipenuhi tumbuhan sawit. Jalan yang sedikit bergelombang membuat laju mobil juga ikut bergoyang. 

Yang Penting Ketenangan

Pagi ini cuaca tenang. Sinar sang surya terlihat tak secerah biasanya. Sinar yang temaram, mendung menyelimuti. Di jalan beton tampak lalu lalang kendaraan dengan segala tipe. Ada obat gatal kata wanita paruh baya mendekatiku sambil melibatkan tangannya gatal. Ibu mau salaf yang warna hijau, tanyaku. Ia pun mengangguk. 

Selesai pembayaran si ibu mengutarakan harga minyak tanah yang tak seperti biasanya sambil menunjuk dirigen isi lima liter. Harganya naik setiap minggu, katanya dengan nada berat. Ibu masak pakai kompor minyak? tanyaku penasaran. Iya aku takut pakai kompor gas, liriknya sambil tersenyum kecut. Aku juga dulunya takut bu, tapi sekarang tidak lagi. Kataku menyemangati. Dalam hati aku berharap ibu bisa terpengaruh dengan ucapanku. Karena lima liter perminggu cukup menguras kantong untuk sebulan. Sambil tersenyum ibu menjawab yang penting kenyamanan. Mendengar jawaban si ibu akupun tersenyum. 

Sabtu, 09 Mei 2026

All you need is last

 Kurangi Segalanya kalau ingin sukses

1. Kurangi stress yang tidak perlu. (Ngaji,zikir,olah raga, jalan santai dll.beri penghargaan buat badan. 

2.Kurangi pikiran yang tidak perlu. 

3. Kurangi beli barang yang tidak perlu. 

4. Bergaulah dengan orang yang lebih dari anda 

5. Kurangi kawatir yang tidak perlu. Anda adalah apa yang anda pikirkan. 



PANTUN 


Bunga telang dekat buluh

Bunga melati melilit batu

Kami datang dari jauh

Maksud hati menjemput menantu


Songket bermotif pucuk rebung

Pakai tajak duduk bersila

Muda kreatif berhati lapang

Berkata bijak beradat pula


Talam berisi singgang ayam

Budaya negeri minang kabau

Sudah tradisi kearifan alam 

Tanda diberi semua terpukau


Tepak berisi ramuan sirih

Dikunyah sepat bibir merona

Iman diisi pikiran jernih

Tangan dijabat keluarga terbina


Getah gambir dalam cetakan

Simpan di kaleng agar terjaga

Karena takdir Allah jodohkan

Semoga langgeng sampai ke syurga

Pantun Majlis

 

PANTUN MAJELIS MENJEMPUT PENGANTEN

Oleh : Rustia Warnida


Bunga telang dekat jerami

Bunga melati dalam taman

Kami datang untuk bersilaturahmi

Sambutlah salam tanda seiman


Burung kenari makan semangka

Paruh menyeruput tanda kehausan

Kami kemari berhati suka 

Menjemput pengantin naik pelaminan


Pompang ditabuh bersahutan

Berdendang riang si anak negeri

Tepak ditaruh adat dijalankan

Makan jenang wajah berseri


Buka kantin jam delapan

Beli ketan makan sendiri

Pakaian pengantin kami antarkan

Pembalut badan raja sehari


Banyak lebah di batang kenari

Madu lengket manis rasanya

Pengantin gagah wajah berseri 

Pakai songket bertanjak pula


Buah jarak dekat jembatan

Buah durian rasa matoa

Pengantin diarak menuju pelaminan

Mohon doa restu orang tua


Duri, 7 April 2026


Minggu, 26 April 2026

Makan Berhidang Budaya Melayu Riau


Mutiara, 24 April 2026 seluruh siswa kelas enam SDS IT Mutiara mengikuti ujian praktek "Makan Berhidang  Budaya Melayu Riau." seperti pribahasa Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Sebagai ujud nyata dari pembelajaran BMR untuk memperkenalkan budaya untuk generasi Rabbani. Tentu pembelajaran ini merupakan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai warga asli Riau maupun sebagai warga dari daerah lain yang berdomisili di Riau. 

Praktek makan berhidang tentu tak lepas dari cara makan serta sopan santun makan bersama baik bersama teman, guru, serta tim penilai. Bu Yusnidar sebagai guru BMR beserta bu Mintowati, bu Yurismawati, dan bu Bella menilai dengan kriteria adab makan, tata hidangan, dan kelengkapan menu. 

Kelas enam yang berjumlah lima kelas dibagi menjadi tiga kelompok perkelas. Adapun sajian dari setiap kelompok menampilkan beragam menu khas Melayu diantara ada makan pokok, aneka sambal seperti asam padeh patin, gulai patin, ikan baung goreng, gulai nenas, pais ikan, sambal terasi, goreng ayam dan lain-lain. Menu ini juga dilengkapi aneka sayur, urap, serta kue seperti kue bolu kemojo, kue asidah, roti jala,  minuman air mata penganten, laksamana mengamuk, serta buah-buahan. 

Dalam setiap kelompok ada ketua yang akan menjelaskan ragam menu yang terhidang. Bahkan setiap anggota juga harus menunjukan skill tentang makan yang disiapkan. Ada kemampuan mengungkap pikiran dan perasaan yang mengasah daya kreativitas di depan orang lain. Seperti mempersilahkan majlis dalam menyantap hidangan dengan berpantun. Keahlian ini bisa muncul dengan latar suasana yang menyenangkan. 

 Jalan-jalan ke Padang                                              Pulang-pulang bawa jerami                               Marilah kita makan berhidang                                   Untuk mempererat tali silaturahmi

Kegiatan ini juga tak lepas dari sinergi sekolah bersama orang tua. Ada rasa senang dari raut wajah yang menunjukan betapa antuas bahkan juga ikut hadir di sela kesibukan. Kerjasama dalam menyiapkan peralatan, bahan, sampai tata letak hidangan. Sebagai bukti bahwa anak juga bisa belajar dari orang tua tentang ragam budaya di lingkungan tempat tinggal. 

Alhamdulillah, semua anak merasa senang dengan adanya makan berhidang. Mereka mengerti cara duduk, mengambil makanan, mencuci tangan, serta sopan santun dalam makan. Pada kesempatan ini hadir Kepsek yaitu ustadz Ali Sibra Malisi S. HI bersama rombongan seperti Ms Anita Sofya, S. Pd, Ing.M.M, Ustadz Ahmad Syarwani, S. Pd ing, bu Siski Yuliant Rina, S. Si, M. M ,Bu Dra. Gusni Eliza, beserta bu Indriani, S, Si. Setelah mencicipi makanan beliau mengucapkan terimakasih dan menyampaikan apresiasi semoga pembelajaran ini bisa membawa hikmah, serta rasa syukur terhadap Allah SWT. 

Rabu, 15 April 2026

Perahu Terbalik



Kepulangan astronaut dari luar angkasa menambah kesan takjub yang luar biasa atas kuasa Sang Pencipta. Misi beresiko tinggi, mereka berhasil memecahkan rekor bahwa manusia bisa melampaui titik terjauh dari bulan setelah puluhan tahun adanya penelitian. 

Dari bidikan kamera ada planet biru sedang mengorbit. Itulah bumi yang merupakan setitik debu di lautan kosmik yang tak terbatas. Bergerak di antara planet raksasa. Ini bukti bahwa alam semesta yang memiliki imajinasi yang jauh lebih besar dari imajinasi manusia terliar sekalipun. 

Dalam Surat Ad Dhuha Allah bersumpah, 

 Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringnya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta pembinaannya ( yang menakjubkan). 

Bumi yang terlihat seperti perahu terbalik menghias ruang angkasa. Dengan hiasan biru muda. Ada malam yang menyelimuti. Betapa indah ciptaan-Mu ya Illahi Rabbi. Tak lepas mata memandang, tak kuat rasa untuk memikirkan kecuali hanya rasa syukur yang terus bergejolak. Sebagai tanda cinta yang tak akan habis walau berpisah nyawa dari raga. 

Sebagai makhluk teristimewa, engkau ciptakan hamparan yang menakjubkan bagi yang sanggup berpikir. Dunia yang fana itu penuh riak gejolak nafsu tapi terkadang manusia teristimewa itu sering tak sanggup mengambil hikmah dari ciptaan-Mu. 

Bagai malam tanpa bulan, itulah pribahasa yang menggambarkan ketika suasana hati hampa. Hati sebagai ruang kendali apakah kita masih layak sebagai manusia teristimewa atau malah lebih hina dari binatang. Semua terpulang bagi pribadi yang menganggap diri tak berarti tanpa redha dari Pencipta alam semesta. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَسَبِّحْ بِا سْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

 Fasabbih bismi robbikal-'azhiim

"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 74)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Aku Bahagia, Kamu Juga

Minggu, 7 Juni 2026 Halte Bus Komplek PT PHR Sebanga masih sunyi karena hari masih pagi. Udara terasa dingin dan lampu-lampu masih menyala. ...