Jumat, 23 Januari 2026

 


"Mati Rasa Meski Sayang Tak Kurang-Kurang"

Jangan bersimpuh di hadapan duka...........Hadapi segala ujian dalam kesulitan pasti ada kemudahan..... (Nasyid by Selasa Pagi) 

****

Gedung Lancang Kuning, Sabtu, 24 Januari 2026.

Kehadiran bapak atau ibu adalah berkah dari Allah, ujar ustadz Ahmad Syarwani, S. Pd. dalam sambutannya sebagai ketua panitia. "Sungguh acara yang sayang dilewatkan hanya orang pilihan yang bisa meluangkan waktu untuk hadir."kata ust. Ahmad lagi. 

"Agar perhatian tidak berujung penyesalan. Karena mendidik bukan hanya di dunia tapi juga untuk akhirat." Kata Ust. Emrizal saat memandu acara. Selanjutnya mempersilahkan  Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, S. Psi dengan materi yang menggelitik relung hati baik sebagai orang tua atau pun sebagai guru. 

Affluensa, menabung kegagalan dalam berinteraksi. Suatu kata yang membuat hati terkejut. Tanpa disadari, selama ini kita sudah merasa nyaman tapi tidak aman. 

"Tanda hari kiamat, jika seorang perempuan melahirkan tuannya(anak yang memperbudak orang tuanya)." Yang selalu mengiyakan anak dalam semua urusan dari kecil. 

Umur 7 tahun anak harus diberi pembatasan dalam urusan tempat tidur. Masa usia penting karena agar anak peka dan ada empati. Di usia 10 tahun harus dipisah. Jadi pola pengasuhan anak dari usia 2,7,10 tahun, harus mendapat perhatian khusus dalam meletakan pondasi yang kuat dalam pendidikan anak. Di usia ini anak harus dididik oleh guru yang sangat berpengalaman. 

Pola pengasuhan anak :

1. Anak lahir di atas fitrah, maka kita harus menjaga agar tidak menyimpang. 

2. Anak-anak yang memperbudak akan muncul karena kita menyelisihi tuntutan. 

3. Pengetahuan itu berbeda dengan pemahaman berbeda pula dengan keyakinan. Orang tahu tapi tidak mengamalkan. 

4. Unta yang membawa kitab di punggungnya. Kita perlu melatih empati anak. Jangan menukar kehadiran orang tua dengan uang, tanpa mempedulikan kewajiban anak. Jangan memberi sebagai ujud perhatian atau penukar agar affluensa ( berkembang identitas ditentukan berdasarkan uang) tidak berkembang. 

"Uang menuntut tanggung jawab. Bukan sebaliknya, tanggung jawab menuntut uang." 

Rusaknya empati karena bahasa, berikan penjelasan batasan yang jelas melindungi anak dari sikap merasa berhak. 

Rusaknya anak karena bahasa uang. Penundaan kepuasan adalah hal yang normal, bahkan ketika uang tersedia. Menurut keinginan anak menghalangi anak anak belajar mengendalikan keinginan dan menghambat kemampuan memahami prioritas. 

Kesulitan itu menempa dan memberi tantangan. Melatih lisan untuk bertanya hal hal esensial atau penting. Berikan pengalaman kepada anak. Sehingga muncul sifat Attabiat (Melatih kemandirian emosi anak). 

Kunci menjadi mukmin yang kuat:

1. Menyerahkannya semua kejadian kepada Allah. Jangan meratapi apa yang terjadi. 

2. Jangan mengajari anak untuk menyalahkan keadaan. 

Caranya medapatkan ilmu:

  • Zakatun
  • Hitsun 
  • Ijtihadun, kesungguhan
  • Dirham, uang 
  • Hikmah 'aliyah, motivasi yang tinggi, luhur dan niat shahiyah
Fungsi Bi'ah Sholihah:
1. Mengingat kan ketika lalai
2. Mengoreksi ketika salah
3. Mengokohkan pegangan ketika terpuruk/ditimpa fitnah. 

Tantangan sehari-hari
1. Melatih anak mengatur waktu, mengelola diri, mengenali resiko, dan menetukan prioritas. 
2. Anak terlatih memecahkan masalah sehari-hari tanpa menyebabkan frustasi. 
3. Empati yang hidup sangat membantu anak untuk hidup bersama orang lain:  masyarakat dan keluarga
4. Kepemimpinan yang baik memerlukan empati
5. Birrul walidan itu mutlak memerlukan empati

Anak yang terbiasa memegang hp di usia 13 tahun akan berdampak pada emosi walaupun yang ditonton adalah hal yang baik. Jadi tunggu anak berusia 18 tahun saat anak sudah paham dengan tanggung jawab. Main game satu jam sehari akan berdampak pada kesehatan seperti emosi tidak stabil dll. 




"Alhamdulillah, Ya Allah mudahkan kami menjadi orang tua yang bisa mendidik anak menjadi generasi Rabbani"
💦💦
"Jadilah Orang Tua Yang Tidak Pernah Mati Rasa, Karena Rasa Sayang Tak Pernah Habis"



Sesi ketiga: Guru Teladan Berdakwah Lewat Akhlak dan Keteladanan

QS 3: 159 : Karena disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut. 

Beda suara hati (tidak ada emosi) dan emosi (

Ilmu mendahului perkataan dan amal. Manusia ada 3 macam

1. Mengikuti yang viral, 

2. mengikuti kemana arah angin. Keburukan, termasuk orang yang salah paham, tidak diterangi cahaya ilmu. 

3 . Mengikuti tren, tidak memiliki pegangan yang kokoh. 

Tugas guru:

#Tanggung jawab guru memberikan ilmu yang bermanfaat, membantu tugas orang tua untuk lepas dari siksa neraka. 

#Guru itu bertugas transforming belief, attitude, goods deeds and comoetence. Sedangkan Teacher : transfering knowledge and skiil. 

#Mengantarkan anak kepada ilmu, semakin bertambah ilmu semakin kuat iman seseorang. 

Jika adab bagus, ilmu akan mudah melekat. 

Mendidikan adab tanggung jawab orang tua

Mungkin hari ini kita lelah, tapi hati tetap kuat. 


Kamis, 22 Januari 2026

 Sesi ke dua : Loyalitas Dakwah Guru, Bertahan, Bertumbuh, dan Berjuang

Kenapa tidak seperti yang diharapkan setelah berusaha. 

  • QS Al Ahzab : 21 Sungguh pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, bagi orang yang berharap rahmat Allah, 
  • Bagi kita wajib meneladani beliau dalam semua hukum. Kecuali perkara yang ditunjukan dalil syariat sebagai kekhususan bagi beliau. 
  • QS Muhammad : 4
  • QS Mumtahanah : 6
Belajar dari ayat- ayat uswah: 
  • Anak mengikuti dengan kesadaran, rela hati dan mengilmui. 
  • Sesungguhnya pada hal hal yang dikecualikan bagi orang tua yang tidak berlaku bagi anak. 
  • Salah satu aspek dalam mendidik anak dengan memberi teladan. 
  • Anak harus mengetahui payah dan pengorbanan kita. 
  • Cenderung mencontoh yang menyenangkan serta membawa kenikmatan dengan mudah. Muktadan : melakukan sesuatu dengan menghilangkan kebiasaan. Teladan : 
  • Tetapi bukan tidak ada jalan bagi orang tua menjadi model yang sempurna menjadi orang tua yang baik. 
  • QS At  : jagalah keluarga mu dari api neraka. 
  • QS Ali Imran : 159 , sekiranya kamu bersikap keras dan kasar, tentulah mereka menjauh darimu
  • Guru yang tajam lisannya akan dijauhi anak
  • Memperbaiki diri dengan beramaL sholeh di waktunya. 
Nasehat terpenting : Sabar terhadap yang dibenci, karena pertolongan Allah bersama kesabaran. Jagalah Allah, senantiasa Allah menjagamu. Ingat Allah diwaktu lapangmu, niscaya Allah akan mengingatmu di waktu sempitmu. 

Menanamkan iman dan sikap iman, adanya perintah yang terdapat dalam Al Quran:
1. Jagalah Allah.
2. La Tusrik Billah,dll
 
Pertanyaan: muhasabah diri, 
1. Sudahkah saya berupa ya untuk merubah siswa menjadi kuat dan berilmu
2. Apakah anak bersikap hormat kepada saya? 
3. Jika saya jadi siswa yang gurunya seperti saya apakah saya senang atau puas. 

Dalam memeriahkan Mutiara Festival 2026, YPIT Mutiara mengadakan beberapa acara Pelatihan Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Islam dengan tema " Menjadi Guru Pejuang Dakwah : Menyatukan Loyalitas, Makna & Keteladanan Pendidikan Islam." Setelah pembukaan dan kata sambutan dari ketua panitia dan ketua yayasan oleh Suminto. St, MMT. Selanjutnya penyampaian materi yang disampaikan oleh ust. Muhammed Fauzil Adhim, S. Psi. Beliau ahli konsultan, parenting anak islam. Paparan materi "Guru boleh lelah, tapi dakwah jangan luntur" dimulai dengan beberapa sesi : 

Sesi pertama :

Papan tulis menjadi mimbar, kelas menjadi arena juang. Maka siapkan mental sebagai pejuang dakwah, karena

  • Sesungguhnya dalam Kesabaran ada hal yang tidak diinginkan
  • Sesungguhnya Pertolongan bersama kesabaran
  • Bersama kenyamanan ada kesulitan
  • Bersama kesulitan ada kemudahan
Allahummar hamna bil quran, waj al hulana immama. Apapun yang dilakukan guru di kelas, ingatlah beberapa tahun ke depan. Kita harus bersungguh-sungguh dalam mengajar. Seperti saatnya "Hajar" berlari antara safa dan marwa yang membutuhkan kesungguhan. Sampai sekarang masih merupakan pembelajaran yang berarti. 
Ingatlah saat kita membungkus daya juang generasi menjadi mukmin yang kuat dari segala yang bermanfaat. Menyesuaikan diri di berbagai bidang walaupun dia tidak menyukai. Sehingga tidak menjadi generasi yang menyukai yang remeh-remeh. 
Jadi guru yang bisa menyiapkan generasi demi masa depan generasi. Bukan hanya urusan prestasi tapi ingatlah urusan dakwah. 
Guru dituntut untuk belajar yang sungguh-sungguh. Takutlah hanya kepada Allah atas tanggung jawab sebagai guru. Dakwah adalah investasi di masa depan. 
Nasehat agar tidak jadi pribadi yang rapuh : sesungguhnya ujian itu adalah takdir yang pasti, maka siapkan anak untuk menghadapi. Anak lebih membutuhkan pidback, bukan pujian. 

Rabu, 21 Januari 2026

Gebyar Mutiara Fair IX



Rabu, 22 Januari 2026
Arena Pentas Seni di lapangan SDIT Mutiara dipenuhi siswa dari kelas satu sampai kelas enam. Ini hari ketiga Gebyar Mutiara Fair ke-11 Hari pertama pembukaan serta Pelantikan Dokternya Kecil dan Tim Gerakan Disiplin Sekolah. Hari kedua penampilan pentas seni dari kelas 1,2, dan 3. Sedangkan hari ketiga, penampilan dari kelas 4,5, dan 6. 

Acara ini selalu ditunggu oleh siswa, dari awal  semester dua, semua kelas sudah merencanakan penampilan. Begitu juga dengan kelas 6E, semangat untuk latihan dari waktu yang diselingi pembelajaran. Tentu ini membutuhkan semangat dan kerja sama yang luar biasa. Mulai dari gerakan yang belum pernah dilakukan apalagi harus tepat dengan iringan musik. Namun semangat untuk menampilkan yang terbaik menjadi motivasi untuk tetap kompak baik secara pisik maupun spikis. 

Waktu yang ditunggu pun tiba. Sinergi dengan orang tua mulai dari persiapan pakaian, songket, ikat kepala, makeup, serta aksesoris  lainnya. Tampil di urutan ke tiga belas, membuat deg- degan. "Nanti tidak ada yang menonton kita," ujar Rayan saat menyerahkan  lot dengan nomor urut ke tigabelas. Kata-kata itu masih terngiang saat memandang mereka. Tapi dalam hati, ada suatu semangat yang meyakinkan untuk menjadi yang terbaik. 

Alhamdulillah, semoga ada hikmah yang berkesan sebagai pembelajaran yang mendalam. Apalagi dalam acara pentas Seni, ada kreativitas yang muncul sebagai penggalian bakat yang belum terasah secara konsisten. Apapun penampilannya bisa bermanfaat bagi kesehatan, seperti mendengarkan musik sambil bergerak juga bisa melatih daya konsentrasi, kreativitas, sosial, dan berpikir kritis. Sehingga timbul rasa senang membuat hati lebih tenang.  

Terimakasih untuk ananda tercinta dari 6E,
"Tinggikan Cita-Citamu, Setinggi Bintang di Langit!" 
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
  Abyan, Fatih, Degga, Khaury, Sulthon, Rahmat, Rayan, Kenzi, Khalid, Alby, Maher, Ziyad, Zidan, Raditya,
 Adeeva, Aurora, Syifa, Fatin, Faiqa,Hafizah, Khalifa, Malika, Salamah, Quinsha, Melisa, Nisa, Zahra. 
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦

Ya Allah, Mudahkan segala urusan kebaikan kami menjadi generasi Rabbani.                         Aamiin. ..... 

Rabu, 24 Desember 2025

Dia di Atas Segalanya

Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya. Kita mesti tabah menjalani. Hanya cambuk  kecil agar kita sadar. Adalah Dia di atas segalanya. Lirik Ebit Ge Ade yang bersenandung di video clip di tengah musibah yang meluluh lantakan negeri. Rimbun dedaunan tak lagi menari di tiup angin, burungpun enggan untuk menyilau dengan senandung pagi. Hanya Bulan dan Matahari yang selalu setia mengintip aktivitas segala makhluk di bumi. 

Hanya berdurasi beberapa menit, tapi mampu memutar ingatan untuk berhayal andai ini tak terjadi. Namun, semua sia-sia. Ketika alam tak lagi mau bersahabat. Akibat ulah keserakahan manusia yang tak terkendali. Demi memenuhi nafsu yang haus materi dan kesenangan sementara. Tapi tak mampu berpikir untuk hari esok ketika menghadap Sang Penguasa. 

Inilah gambaran manusia, demi hidup mewah. Tak peduli lagi pada sesama. Namun alam yang terlihat tenang mulai menggeliat. Menari membawa materi, seakan berkata" inikah yang kau inginkan? Hai pemuas nafsu. Hari ini silahkan kau ambil sepuasnya! Namun, manusia tak bermartabat itu lempar batu, sembunyi tangan. 

Seketika semua terdiam, diam seribu bahasa kala hati kecil menjerit. Hanya pasrah dalam derasnya arus, mengeliat dalam lumpur meregang nyawa atas ketidak adilan. Dari lubuk hati yang paling dalam aku bertanya, apakah ini akhir zaman? Wallahualam bissawab, hanya rahasia Illahi. Ya Allah, masukan kami ke dalam golongan hambamu yang beriman.

"Demi waktu, sesungguhnya manusia merugi, kecuali orang yang beriman, mengerjakan kebaikan, dan saling menasehati untuk kebenaran dan menasehati untuk kesabaran,"Firman Allah dalam surat Al-Asr 1-3

Sekolah Adiwiyata

 


Pekanbaru, 24 Desember 2025. 

Alhamdulillah....Penyerahan Piagam Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 Oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( DLHK ) Provinsi Riau Mewakili Gubernur Riau kepada SDS IT Mutiara Duri. Walau sudah tertunda beberapa kali, akhirnya Ustadz Ali Sibra Malisi, S.HI selaku kepala sekolah terpanggil untuk menerima anugrah yang sudah lama dinanti. 

Setelah melalui rentetan persiapan menuju sekolah Adiwiyata, seluruh guru dan karyawan SDS IT Mutiara akhirnya berbuah manis. Semua ini juga didukung dari lingkungan yang alami serta kinerja untuk menghijaukan lingkungan sekolah. Karena lingkungan dengan kadar oksigen yang bersih bisa membuat lancarnya proses pembelajaran. 

Dari sudut tata letak sekolah yang bernuansa islami dengan daya dukung infrastruktur yang memadai memang selayaknya SDS IT Mutiara meraih ini. Apalagi sekolah terletak di area komplek PT PHR Sebanga. Tentu hal ini juga berdampak pada sistem sekolah yang ramah anak dan lingkungan. Jauh dari keramaian dan kebisingan lalu lintas. 

Semoga hal ini menjadi momentum berharga bagi  sekolah yang berada di bawah naungan YPIT Mutiara dan berdampak signifikan dalam mewujudkan generasi Rabbani. Aamiin.... 



  "Mati Rasa Meski Sayang Tak Kurang-Kurang " Jangan bersimpuh di hadapan duka...........Hadapi segala ujian dalam kesulitan pasti...