Minggu, 27 September 2026

Kepemimpinan Kelas


Narasumber: Andriano Rusfi, Psikolog

 Tegas, Elegan, Warm Heart

Ali Imran : 79

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَا لْحُكْمَ وَا لنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّا سِ كُوْنُوْا عِبَا دًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ كُوْنُوْا رَبَّا نِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ

"Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah," tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya. 

Bicara itu emas, tapi kalau tak bisa bicara yang baik lebih baik diam. Tekan dosa kejar pahala. Amak sholeh adalah kerja. 

Jika mati anak Adam maka putus amal nya kecuali,

1. Amal jariah

2. Ilmu yang dimanfaatkan

3. Anak sholah yang mendoakan

"Wahai para guru tegakkan kepala di hadapan orang tua" karena guru yang mensubsidi pendidikan bagi orang tua. Untuk urusan pahala serakahlah, tapi untuk urusan... 

Mendidik anak sholeh orang tua jangan terima beres. Karena semua hasil dari setiap usaha akan dinikmati oleh pendidiknya. 

Guru yang Rabbani

*Allah adalah Rabb: Murabbi, pendidikan. 

Guru yang Rabbani adalah guru yang mencontoh rabbul alamin. Wahai adam makanlah... Tapi jangan dekati pohon... 

* Mendidik manusia : mencontoh Rabbul alamin

Hak dulu, jangan main main dengan hak karna hak milik Allah. Seperti Adam disyurgakan dulu baru jadi khalifah. 

0-7 Syurgakan anak dulu, jangan rampas syurga yang berikan hak hak syar'i anak. Anak yang kenyang hak syar'i nya akan mudah didik. 

*Bukan sekadar mengajar tapi mendidik

Mendidik, menularkan

Mengajar, 

* Bergantung pada ilmu dan hidayah Allah

Rabbi zidni ilma, warzukni fahma, minta apapun kepada Allah tentang cara mendidik. 

Allah menciptakan semua Ekstrability

Hati untuk berakal"

*Mulai dari menyebut nama Allah

Mintaklah konsep, gagasan, dll hanya kepada Allah

*Belajar lewat pena

Peganglah pena, untuk mendapatkan ilmu Allah yang belum turun kedua. Allah yang mengajarkan lewat pena. Apala takkirun, apalagi tatapakarun. Membaca tampa berpikir akan dapat informasi, jadilah orang yang suka berpikir. 

Berhenti membaca, mulai berpikir

Soktahulah, karena pada umumnya kita banyak tahu

Allah sudah meninstal dalam diri

Gensilah bertanya pada manusia biar tidah ketahuan bego

Seringlah bertanya kepada Rabb seperti orang paling bego di muka bumi. 

Boleh bertanya, jika sudah kepentok tidak tahu.

AI adalah otak tapi tidak ada Ruh

Lewat pendekatan ruhiyah kita punya kekuatan

Belajarlah ke luar negeri untuk perubahan.

 *Insaigh aut

Belajarlah ilmu esensial, seperti Hajar ditinggalkan di tengah padang pasir. 


Guru Tegas : Guru Wibawa

#Karena kompeten, punya ilmu lebih dari yang akan diaharkan

#Kuasai konstruksi dan konten, sehingga punya disiplin ilmu atas apa yang akan diajarkan. 

#Menguasai yang diajar, bukan sekedar tahu dan paham tapi menguasai. 

#Memiliki integritas, antara pikiran dan perasaan serta ucapan harus sama. 

#Karena dewasa, dewasakan diri sebelum  mendidik generasi. Pendidikan islam harus mendewasakan anak agar tercapai tujuan pendidikan. Dewasa menjadi alas kepemimpinan. 

#Karena dicintai, dihormati, ditakuti, itulah rumus kedewasaan dengan komposisi 60,30,10. Pecinta sejati adalah penakut sejati. 

#Kaya ibadah nafilah, jika hamba-Ku mengerjakan ibadah nafilah, Aku lah yang menjadi mata,  telinga, kaki

Jangan marah tapi berakting seakan marah, membangun ketegasan harus adil, 

An-Nur: ... 


"Cinta dan ketegasan adalah dua pilar penting dalam mendidik anak, membangun generasi tangguh dan berakhlak"



Sabtu, 05 September 2026

Lolos Seleksi Tahap 1



Sebanyak 109 orang guru lolos dari 679 lebih guru yang mendaftar untuk mengikuti seleksi guru Penyala Literasi Nasional yang diadakan PILFES (Padang Internasional Literasi Festival) di Sumatra Barat 2026. Pengumuman di bulan September ini memang sesuatu yang ditunggu. Melihat antusias guru yang ikut dari berbagai provinsi di Indonesia. Apalagi saat melengkapi bahan seleksi rasanya untuk mendapatkan penghargaan semakin tipis. 

Tapi nyali tak boleh surut, iven ini bukan persoalan menang atau kalah. Tapi seberapa kuat mental kita dalam menghadapi persaingan di dunia pendidikan. Apakah mengajar hanya jadi beban di saat menghadapi murid sehingga murid hanya tahu atau mengajar memberikan dampak positif sehingga murid punya suatu kompetensi untuk masa depan? Semua tergantung dari hasil yang mencerminkan praktek baik dari pembelajaran yang diempu.

Inilah yang menjadi tolak ukur bagi guru yang berani bersuara tidak saja di depan kelas tapi bisa berbicara di depan khalayak ramai. Ibarat menulis di atas air tentu semua yang dilakukan akan sia-sia. Tetapi, menulis di atas batu akan bermanfaat sepanjang hayat. 

Guru yang lolos seleksi akan mengikuti berapa tahap hingga akhirnya menjadi Penyala Literasi Nasional yang akan diumumkan pada acara puncak di bulan Nopember 2026. Menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya akan mendorong lahirnya penyala literasi yang bertalenta. 

Iven bertaraf Internasional ini diketuai oleh ibu Eka Teresia, S. Pd.,M.M. Adapun kegiatan yang diadakan, pertama PIL-Fes mendapat sambutan hangat baik dari dalam maupun luar Negeri. Terbukti dengan adanya 8 Negara dari 3 benua yang ikut dalam Pilfes. Setiap peserta mengirim karya baik solo maupun antologi. Mulai karya fiksi maupun nonfiksi.

Kedua adanya lomba Penyala literasi Nasional untuk Guru. Dan ketiga Penyala literasi untuk siswa lulus tahap 1 sekitar 30 orang dari 267 yang mendaftar. Semoga acara ini berdampak positif dalam meningkatkan kemampuan berliterasi baik bagi siswa, guru, maupun  masyarakat. 

Sabtu, 22 Agustus 2026

💦💦💦💦💦💦💦

"Jangan tukar harga diri dengan yang murah karena hati yang bersih lebih dicintai Allah"

Kamis, 13 Agustus 2026

Semua Butuh Air

Teras kelas itu sangat bersih beberapa pot yang ditanami bunga bugenvil tumbuh dengan subur. Ada yang bewarna pink, merah dan ungu. Di sela-sela sela pot juga ada pot yang ditanami bunga aglonema. Helaian daun hijau bercampur pink juga menari-nari ditiup angin. Karena terletak di lantai dua, jadi angin menerpa dengan leluasa. Sangat indah dipandang hatipun jadi tentram. 

Bel istirahat berbunyi, "Anak-anak yang sholeh dan sholehah dipersilahkan untuk sholat dhuha," suara merdu itu membuatku bergegas pergi untuk berwudhu. Jaraknya hanya sekitar 15 meter dari ruang kelasku. Tempat berwudhu yang biasanya tidak ramai karena tempat berwudhu ada disetiap lantai bangunan. 

Siswa dan guru yang selesai berwudhu langsung masuk ke masjid yang terletak di lantai tiga. Namanya masjid Nurul Ilmi. Tapi hari ini lain, ada barisan siswa mengular sambil memegang mukena. 

Kenapa pemandangan jadi lain ya....Aku pun heran, bukankah disetiap lantai ada tempat berwudhu pikirku. Aku penasaran dan menerobos antrian itu. "Ada apa?"tanyaku pada Aiyah. "Airnya kecil bu, jawab Aisyah. "Di sebelah airnya tidak ada, "ujar Anna sambil cemberut. Mungkin di bawah ada air. "Kenapa kok  berwudhu di sini," tanyaku lagi. 'Sama bu, di bawah juga tidak ada air. Apa lagi di lantai tiga. Air tidak ada sama sekali," jawab mereka serempak. 

Ooo, akan pun beranjak pergi menuju kantor. Rupanya guru-guru juga sedang membicarakan air. Jadi tanpa bertanya, Aku ikut mendengar penjelasan dari bu Minto. Air di danau sudah menyusut karena beberapa minggu ini tidak ada hujan. Beginilah jadinya. Apalagi saat air tidak dibutuhkan ada beberapa kran yang dibiarkan terbuka. 

Komplek PT PHR Duri, memang mengandalkan air dari danau buatan. Danau yang terletak di dalam komplek ini sering menyusut apalagi musim panas. Alhasil, pihak perusahaan sering mengimbau untuk hemat air. "Gunakan air seperlunya atau matikan kran saat tidak digunakan!"

Akupun menuju kelas, dan menjelaskan kepada siswa tentang kekeringan yang mulai dirasakan. Kita harus hemat air, karena persediaan air dilingkungan sekolah sudah menipis. Ramainya warga komplek yang butuh air untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi pakailah air dengan bijaksana agar air ada saat kita butuhkan. Iya, Bu. Suara kompak itu membuat tersenyum. Alhamdulillah, akhirnya mereka mengerti pentingnya air bagi kehidupan sehari-hari. 

Minggu, 09 Agustus 2026

O.. La.. La...


Panas-panas begini, asyiknya ya main air. Itulah ilustrasi yang bisa ku ungkapkan. Saat mata mengantuk dan inginnya rebahan. Ternyata suara kepakan sayap di dalam ember menarik perhatian. Sengaja kuintip dibalik kaca jendela. Dengan pelan ku singkap tirai jendela agar tak mengganggu suasana. 

Aku tak menyangka dari mana ia dapat ide. Padahal tempat tinggalnya di seberang jalan. Aku pun melayangkan pandang. Menyapu seketar halaman belakang rumah tetangga. Biasanya sekumpulan ini berenang di kolam dangkal. 

Sambil berenang dan sesekali paruhnya mencari sesuatu dalam kolam. Anak-anaknya kadang berenang beriringan dan kejar-kejaran apalagi di musim hujan. 

Kalau aku ingat semua itu, betapa senang hati kawanan ini. Tapi sekarang lain. Cuaca memang panas kadang suhu mencapai 40 derajat. Kolam yang tadinya berair sekarang tinggal tanah gersang. 

Situasi inilah yang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tadi pagi ku lihat lagi mereka berada di atas atap tetangga sebelah rumahku. Aku mulai curiga kalau sekarang mereka mengintai kolam kecil yang ada di belakang rumah. Wah, sekali mencemplung bisa dilahap semua ikan. 

Tapi aku tak peduli, karena ada kawan kucing yang berada di pinggir kolam. Aku senang, mungkin kawanan bebek ini takut dan hanya puas memandang kolam dari ketinggian. O.. La...La.... Aku pun pergi meninggalkan mereka sambil tersenyum. Coba kalau berani, pikir ku sambil menggas vinno.

Selasa, 04 Agustus 2026

Ruang Waktu

 Ruang Waktu

Udara boleh memanas 

tapi tidak dengan hatiku

Siang merona bersimbah peluh

Itupun tak menghalangi langkahku


Hasrat hati masih menggebu

Walau raga tak sekuat dulu

Nyanyian sunyi itu bagai buluh perindu

Berkelakar tapi tak menggebu


Di sini angin masih setia

membelai merayu dan bercanda

Semoga ruang waktu penuh cinta 

Pada Sang Pemilik Jiwa


 


BPI kelompok 5

Pertemuan ke-3

Materi      : Aqidah 

Pemateri : Ms Anita Sofya


Firman Allah dalam surat Athur : 35-36

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَ

am khuliquu min ghoiri syai-in am humul-khooliquun

"Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"

(QS. At-Tur 52: Ayat 35)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَمْ خَلَـقُوا السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَ

am kholaqus-samaawaati wal-ardh, bal laa yuuqinuun

"Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)."

(QS. At-Tur 52: Ayat 36)


Pondasi mengimani secara sadar. 

Lima dalil menguatkan aqidah:

1. Dalil Fitrah: Manusia sejak di alam ruh sudah mengenal Allah. Al A'raf : 272-173

Tulang punggung merupakan pusat susunan saraf bagi manusia. 

2. Dalil indrawi, terkabulnya doa. QS Al Anbiya : 76

Selamatnya nabi Nuh dari banjir besar. 

Al- Anfal : 9

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَا سْتَجَا بَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَ لْفٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ

iz tastaghiisuuna robbakum fastajaaba lakum annii mumiddukum bi-alfim minal-malaaa-ikati murdifiin


"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."


* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Kisah beberapa orang nabi

3. Dalil Akli, yang ditolak akal. a. Sesuatu ada tanpa diciptakan b. Sesuatu yang menciptakan sendiri. c. Tercipta tanpa asal usul. 

4. Dalil Nakli, dalil dari wahyu. Berupa al quran dan hadis. An Nisa : 82,Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰ نَ ۗ وَلَوْ كَا نَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَا فًا كَثِيْرًا

a fa laa yatadabbaruunal-qur-aan, walau kaana min 'ingdi ghoirillaahi lawajaduu fiihikhtilaafang kasiiroo


"Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya."


 Al-Baqarah: 217.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَـرَا مِ قِتَا لٍ فِيْهِ ۗ قُلْ قِتَا لٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَ کُفْرٌ بِۢهٖ وَا لْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ وَاِ خْرَا جُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَا لْفِتْنَةُ اَکْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَا لُوْنَ يُقَا تِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْـنِکُمْ اِنِ اسْتَطَا عُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ کَافِرٌ فَاُ ولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

yas-aluunaka 'anisy-syahril-haroomi qitaaling fiih, qul qitaalung fiihi kabiir, wa shoddun 'ang sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haroomi wa ikhrooju ahlihii min-hu akbaru 'ingdalloh, wal-fitnatu akbaru minal-qotl, wa laa yazaaluuna yuqootiluunakum hattaa yarudduukum 'ang diinikum inistathoo'uu, wa may yartadid mingkum 'ang diinihii fa yamut wa huwa kaafirung fa ulaaa-ika habithot a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa-ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun


"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.""


5. Dalil Sejarah, banyak pelajaran kehancuran suatu kaum. Ali Imran: 137 . Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ ۙ فَسِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَا نْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ

qod kholat ming qoblikum sunanung fa siiruu fil-ardhi fangzhuruu kaifa kaana 'aaqibatul-mukazzibiin


"Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)."



Yusuf : 111. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


لَـقَدْ كَا نَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ ۗ مَا كَا نَ حَدِيْثًا يُّفْتَـرٰى وَلٰـكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

laqod kaana fii qoshoshihim 'ibrotul li-ulil-albaab, maa kaana hadiisay yuftaroo wa laaking tashdiiqollazii baina yadaihi wa tafshiila kulli syai-iw wa hudaw wa rohmatal liqoumiy yu-minuun


"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."


Itulah lima dalil untuk meningkatkan keimanan kepada Allah.


 Tugas pribadi :

Pilih salah satu dalil untuk disampaikan kepada siswa untuk menguatkan pondasi mereka untuk meningkatkan keimanan kepada Allah.

Kepemimpinan Kelas

Narasumber: Andriano Rusfi, Psikolog   Tegas, Elegan, Warm Heart Ali Imran : 79 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: مَا كَا نَ لِبَشَرٍ...