Narasumber: Andriano Rusfi, Psikolog
Tegas, Elegan, Warm Heart
Ali Imran : 79
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَا كَا نَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَا لْحُكْمَ وَا لنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّا سِ كُوْنُوْا عِبَا دًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ كُوْنُوْا رَبَّا نِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ
"Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah," tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya.
Bicara itu emas, tapi kalau tak bisa bicara yang baik lebih baik diam. Tekan dosa kejar pahala. Amak sholeh adalah kerja.
Jika mati anak Adam maka putus amal nya kecuali,
1. Amal jariah
2. Ilmu yang dimanfaatkan
3. Anak sholah yang mendoakan
"Wahai para guru tegakkan kepala di hadapan orang tua" karena guru yang mensubsidi pendidikan bagi orang tua. Untuk urusan pahala serakahlah, tapi untuk urusan...
Mendidik anak sholeh orang tua jangan terima beres. Karena semua hasil dari setiap usaha akan dinikmati oleh pendidiknya.
Guru yang Rabbani
*Allah adalah Rabb: Murabbi, pendidikan.
Guru yang Rabbani adalah guru yang mencontoh rabbul alamin. Wahai adam makanlah... Tapi jangan dekati pohon...
* Mendidik manusia : mencontoh Rabbul alamin
Hak dulu, jangan main main dengan hak karna hak milik Allah. Seperti Adam disyurgakan dulu baru jadi khalifah.
0-7 Syurgakan anak dulu, jangan rampas syurga yang berikan hak hak syar'i anak. Anak yang kenyang hak syar'i nya akan mudah didik.
*Bukan sekadar mengajar tapi mendidik
Mendidik, menularkan
Mengajar,
* Bergantung pada ilmu dan hidayah Allah
Rabbi zidni ilma, warzukni fahma, minta apapun kepada Allah tentang cara mendidik.
Allah menciptakan semua Ekstrability
Hati untuk berakal"
*Mulai dari menyebut nama Allah
Mintaklah konsep, gagasan, dll hanya kepada Allah
*Belajar lewat pena
Peganglah pena, untuk mendapatkan ilmu Allah yang belum turun kedua. Allah yang mengajarkan lewat pena. Apala takkirun, apalagi tatapakarun. Membaca tampa berpikir akan dapat informasi, jadilah orang yang suka berpikir.
Berhenti membaca, mulai berpikir
Soktahulah, karena pada umumnya kita banyak tahu
Allah sudah meninstal dalam diri
Gensilah bertanya pada manusia biar tidah ketahuan bego
Seringlah bertanya kepada Rabb seperti orang paling bego di muka bumi.
Boleh bertanya, jika sudah kepentok tidak tahu.
AI adalah otak tapi tidak ada Ruh
Lewat pendekatan ruhiyah kita punya kekuatan
Belajarlah ke luar negeri untuk perubahan.
*Insaigh aut
Belajarlah ilmu esensial, seperti Hajar ditinggalkan di tengah padang pasir.
Guru Tegas : Guru Wibawa
#Karena kompeten, punya ilmu lebih dari yang akan diaharkan
#Kuasai konstruksi dan konten, sehingga punya disiplin ilmu atas apa yang akan diajarkan.
#Menguasai yang diajar, bukan sekedar tahu dan paham tapi menguasai.
#Memiliki integritas, antara pikiran dan perasaan serta ucapan harus sama.
#Karena dewasa, dewasakan diri sebelum mendidik generasi. Pendidikan islam harus mendewasakan anak agar tercapai tujuan pendidikan. Dewasa menjadi alas kepemimpinan.
#Karena dicintai, dihormati, ditakuti, itulah rumus kedewasaan dengan komposisi 60,30,10. Pecinta sejati adalah penakut sejati.
#Kaya ibadah nafilah, jika hamba-Ku mengerjakan ibadah nafilah, Aku lah yang menjadi mata, telinga, kaki
Jangan marah tapi berakting seakan marah, membangun ketegasan harus adil,
An-Nur: ...
"Cinta dan ketegasan adalah dua pilar penting dalam mendidik anak, membangun generasi tangguh dan berakhlak"



