💦💦💦💦💦💦💦
ayo, belajar bareng Rustia
Sabtu, 22 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Semua Butuh Air
Teras kelas itu sangat bersih beberapa pot yang ditanami bunga bugenvil tumbuh dengan subur. Ada yang bewarna pink, merah dan ungu. Di sela-sela sela pot juga ada pot yang ditanami bunga aglonema. Helaian daun hijau bercampur pink juga menari-nari ditiup angin. Karena terletak di lantai dua, jadi angin menerpa dengan leluasa. Sangat indah dipandang hatipun jadi tentram.
Bel istirahat berbunyi, "Anak-anak yang sholeh dan sholehah dipersilahkan untuk sholat dhuha," suara merdu itu membuatku bergegas pergi untuk berwudhu. Jaraknya hanya sekitar 15 meter dari ruang kelasku. Tempat berwudhu yang biasanya tidak ramai karena tempat berwudhu ada disetiap lantai bangunan.
Siswa dan guru yang selesai berwudhu langsung masuk ke masjid yang terletak di lantai tiga. Namanya masjid Nurul Ilmi. Tapi hari ini lain, ada barisan siswa mengular sambil memegang mukena.
Kenapa pemandangan jadi lain ya....Aku pun heran, bukankah disetiap lantai ada tempat berwudhu pikirku. Aku penasaran dan menerobos antrian itu. "Ada apa?"tanyaku pada Aiyah. "Airnya kecil bu, jawab Aisyah. "Di sebelah airnya tidak ada, "ujar Anna sambil cemberut. Mungkin di bawah ada air. "Kenapa kok berwudhu di sini," tanyaku lagi. 'Sama bu, di bawah juga tidak ada air. Apa lagi di lantai tiga. Air tidak ada sama sekali," jawab mereka serempak.
Ooo, akan pun beranjak pergi menuju kantor. Rupanya guru-guru juga sedang membicarakan air. Jadi tanpa bertanya, Aku ikut mendengar penjelasan dari bu Minto. Air di danau sudah menyusut karena beberapa minggu ini tidak ada hujan. Beginilah jadinya. Apalagi saat air tidak dibutuhkan ada beberapa kran yang dibiarkan terbuka.
Komplek PT PHR Duri, memang mengandalkan air dari danau buatan. Danau yang terletak di dalam komplek ini sering menyusut apalagi musim panas. Alhasil, pihak perusahaan sering mengimbau untuk hemat air. "Gunakan air seperlunya atau matikan kran saat tidak digunakan!"
Akupun menuju kelas, dan menjelaskan kepada siswa tentang kekeringan yang mulai dirasakan. Kita harus hemat air, karena persediaan air dilingkungan sekolah sudah menipis. Ramainya warga komplek yang butuh air untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi pakailah air dengan bijaksana agar air ada saat kita butuhkan. Iya, Bu. Suara kompak itu membuat tersenyum. Alhamdulillah, akhirnya mereka mengerti pentingnya air bagi kehidupan sehari-hari.
Minggu, 09 Agustus 2026
O.. La.. La...
Panas-panas begini, asyiknya ya main air. Itulah ilustrasi yang bisa ku ungkapkan. Saat mata mengantuk dan inginnya rebahan. Ternyata suara kepakan sayap di dalam ember menarik perhatian. Sengaja kuintip dibalik kaca jendela. Dengan pelan ku singkap tirai jendela agar tak mengganggu suasana.
Aku tak menyangka dari mana ia dapat ide. Padahal tempat tinggalnya di seberang jalan. Aku pun melayangkan pandang. Menyapu seketar halaman belakang rumah tetangga. Biasanya sekumpulan ini berenang di kolam dangkal.
Sambil berenang dan sesekali paruhnya mencari sesuatu dalam kolam. Anak-anaknya kadang berenang beriringan dan kejar-kejaran apalagi di musim hujan.
Kalau aku ingat semua itu, betapa senang hati kawanan ini. Tapi sekarang lain. Cuaca memang panas kadang suhu mencapai 40 derajat. Kolam yang tadinya berair sekarang tinggal tanah gersang.
Situasi inilah yang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tadi pagi ku lihat lagi mereka berada di atas atap tetangga sebelah rumahku. Aku mulai curiga kalau sekarang mereka mengintai kolam kecil yang ada di belang rumah. Wah, sekali mencemplung bisa dilahap semua ikan.
Tapi aku tak peduli, karena ada kawan kucing yang berada di pinggir kolam. Aku senang, mungkin kawanan bebek ini takut dan hanya puas memandang kolam dari ketinggian. O.. La...La.... Aku pun pergi meninggalkan mereka sambil tersenyum. Coba kalau berani, pikir ku sambil menggas vinno.
Selasa, 04 Agustus 2026
Ruang Waktu
Ruang Waktu
Udara boleh memanas
tapi tidak dengan hatiku
Siang merona bersimbah peluh
Itupun tak menghalangi langkahku
Hasrat hati masih menggebu
Walau raga tak sekuat dulu
Nyanyian sunyi itu bagai buluh perindu
Berkelakar tapi tak menggebu
Di sini angin masih setia
membelai merayu dan bercanda
Semoga ruang waktu penuh cinta
Pada Sang Pemilik Jiwa
BPI kelompok 5
Pertemuan ke-3
Materi : Aqidah
Pemateri : Ms Anita Sofya
Firman Allah dalam surat Athur : 35-36
اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَ
am khuliquu min ghoiri syai-in am humul-khooliquun
"Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"
(QS. At-Tur 52: Ayat 35)
* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَمْ خَلَـقُوا السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَ
am kholaqus-samaawaati wal-ardh, bal laa yuuqinuun
"Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)."
(QS. At-Tur 52: Ayat 36)
Pondasi mengimani secara sadar.
Lima dalil menguatkan aqidah:
1. Dalil Fitrah: Manusia sejak di alam ruh sudah mengenal Allah. Al A'raf : 272-173
Tulang punggung merupakan pusat susunan saraf bagi manusia.
2. Dalil indrawi, terkabulnya doa. QS Al Anbiya : 76
Selamatnya nabi Nuh dari banjir besar.
Al- Anfal : 9
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَا سْتَجَا بَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَ لْفٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ
iz tastaghiisuuna robbakum fastajaaba lakum annii mumiddukum bi-alfim minal-malaaa-ikati murdifiin
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Kisah beberapa orang nabi
3. Dalil Akli, yang ditolak akal. a. Sesuatu ada tanpa diciptakan b. Sesuatu yang menciptakan sendiri. c. Tercipta tanpa asal usul.
4. Dalil Nakli, dalil dari wahyu. Berupa al quran dan hadis. An Nisa : 82,Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰ نَ ۗ وَلَوْ كَا نَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَا فًا كَثِيْرًا
a fa laa yatadabbaruunal-qur-aan, walau kaana min 'ingdi ghoirillaahi lawajaduu fiihikhtilaafang kasiiroo
"Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya."
Al-Baqarah: 217.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَـرَا مِ قِتَا لٍ فِيْهِ ۗ قُلْ قِتَا لٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَ کُفْرٌ بِۢهٖ وَا لْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ وَاِ خْرَا جُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَا لْفِتْنَةُ اَکْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَا لُوْنَ يُقَا تِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْـنِکُمْ اِنِ اسْتَطَا عُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ کَافِرٌ فَاُ ولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
yas-aluunaka 'anisy-syahril-haroomi qitaaling fiih, qul qitaalung fiihi kabiir, wa shoddun 'ang sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haroomi wa ikhrooju ahlihii min-hu akbaru 'ingdalloh, wal-fitnatu akbaru minal-qotl, wa laa yazaaluuna yuqootiluunakum hattaa yarudduukum 'ang diinikum inistathoo'uu, wa may yartadid mingkum 'ang diinihii fa yamut wa huwa kaafirung fa ulaaa-ika habithot a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa-ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.""
5. Dalil Sejarah, banyak pelajaran kehancuran suatu kaum. Ali Imran: 137 . Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ ۙ فَسِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَا نْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
qod kholat ming qoblikum sunanung fa siiruu fil-ardhi fangzhuruu kaifa kaana 'aaqibatul-mukazzibiin
"Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)."
Yusuf : 111. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَـقَدْ كَا نَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ ۗ مَا كَا نَ حَدِيْثًا يُّفْتَـرٰى وَلٰـكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
laqod kaana fii qoshoshihim 'ibrotul li-ulil-albaab, maa kaana hadiisay yuftaroo wa laaking tashdiiqollazii baina yadaihi wa tafshiila kulli syai-iw wa hudaw wa rohmatal liqoumiy yu-minuun
"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
Itulah lima dalil untuk meningkatkan keimanan kepada Allah.
Tugas pribadi :
Pilih salah satu dalil untuk disampaikan kepada siswa untuk menguatkan pondasi mereka untuk meningkatkan keimanan kepada Allah.
Geliat Mutiara
"Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa,
Hari lahirnya bangsa Indonesia,
Merdeka, sekali merdeka tetap merdeka"
......
Lirik yang penuh semangat dinyanyikan siswa kelas 5 SDS IT Mutiara yang terdiri dari lima rombel. Senin ini mereka tampil dalam acara apel pagi di lapangan upacara. Berpakaian merah putih lengkap dengan rompi serta ada kacu warna merah putih diikat di kepala.
Acara yang dipandu Maulidya dari kelas VD, menampilkan:
1. Yel-yel dari masing-masing kelas
2. Nyanyi 17 Agustus
2. Shalawat Asyghil
3. Mujizat Lima Nabi
4. Sistem pernafasan dan alat-alat pernafasan.
5. Atraksi pencak silat
Penampilan ini merupakan pertama kali bagi kelas lima di tahun ajaran baru. Walau waktu untuk latihan diselingi jam pelajaran, Alhamdulillah, mereka tampil percaya diri dihadapan Kepala Sekolah Bapak Ali Sibra Malisi, S. HI, majlis guru, dan siswa dari kelas satu sampai kelas enam. Bahkan ada juga orang tua yang menyempatkan diri untuk menyaksikan acara ini sebagai bentuk suport yang luar biasa untuk mendukung kegiatan yang ada di sekolah.
Ibarat Peribahasa mengatakan, "Sekali merangkuh dayung dua tiga pulau terlangkau." Materi yang dibawakan dalam acara ini merupakan wujud nyata dari praktek baik dalam pembelajaran baik akademik maupun non akademik. Kegiatan ini merupakan cerminan dari satu bulan belajar di kelas lima dan pembelajaran di kelas sebelumnya.
Bukan hanya sekedar tampil tapi ada budaya yang mendorong untuk tetap semangat dalam belajar. Budaya ini dapat melatih pembiasaan baik untuk mengisi kemerdekaan yang diperoleh penuh perjuangan dari pahlawan bangsa.
Secara ukhrowi mengucapkan syukur pada Illahi atas limpahan rahmat serta hidup penuh berkah demi terwujudnya generasi Rabbani yang diredhai Allah.
Pembelajaran penuh makna dengan kesadaran yang menimbulkan rasa senang dalam melakukan kegiatan yang penuh kreativitas, menjadikan penampilan ini sebagai motivasi bagi siswa untuk tampil lebih baik di masa mendatang.
Sabtu, 25 Juli 2026
Seru dan Asyik
Waktu berjalan begitu cepat, udara yang panas hingga keringat menyeruak dari ruang pori-pori. Setelah penyerahan tanda mata dari ustadz Bram kepada pihak perpustakaan serta sesi foto bersama kami pun menuju bus yang terparkir di belakang perpustakaan. Ada kenangan yang tersimpan di gawai.
Ayo, naik bus! Suasana kota terlihat rapi dan bersih. Sepanjang jalan menuju Tenayan Raya ada pasar tradisional. Ragam cemilan dan minuman sangat menggoda. Rasa ingin menyuruh sopir untuk berhenti. Ada kelapa muda, ujarku pada bu Eka. Kulihat bu Eka hanya tersenyum.
Bus pun terus melaju dari jauh pohon-pohon tinggi di Agro Wisata Pelangi mulai terlihat. Jalan yang berliku menuju lereng. Satu persatu sudah sampai dan kamipun turun. Ada lima orang pemandu sudah siap menunggu.
Setelah berbaris menurut kelas maka pemandu mengarahkan untuk foto bersama dan istirahat di saung yang sudah disediakan untuk meletakan perlengkapan dan makan bersama. Setelah makan, azan zuhur pun berkumandang. Sesuai kesepakatan maka semua sholat di mushalla kecil di area wisata.
"Ayo, adik-adik kita kumpul di depan pentas, " ujar kakak pemandu melalui toa. Suara musik menyeruak disetiap sudut area. Acara demi acara sudah disiapkan para pemandu. Mulai dari senam bersama. Dilanjutkan dengan permainan jemput teman dan berhenti di saat musik nyala. Semua berjoget sesuai irama. Ketika musik dimatikan maka harus siap untuk menjemput teman dan pegangan di pinggang teman tidak boleh terputus. Ada teriakan, ada tawa, serta rasa geli. Walau hujan mulai turun permainan ini akhirnya selesai.
![]() |
Permainan kedua dengan memegang seutas tali terpaksa dihentikan karena hujan semakin deras. Namun kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh Shulthon, Rahmat, Raditya, Dega, serta Rayyan untuk bermain di Istana. Walau sudah dipanggil mereka tetap bermain sambil menghempaskan badan di balik di balik di dinding yang terbuat dari plastik. Air hujan yang sangat deras membuat tantangan tersendiri sehingga istana meliuk-liuk seakan mau roboh.
Selang berapa lama hujan pun mulai berhenti. Semua murid diarahkan menuju kebun anggur yang ada di lorong. Setelah duduk berbanjar permainan selanjutnya adalah mengambil tepung dengan kertas yang telah dibagikan. Ketika musik dihidupkan tepung diambil dengan kertas yang ada di mulut lalu membagikan kepada teman. Rahmat sebagai ketua kelompok sudah mengambil tepung dan membagikan kepada Zidan, Dega, Raditya, Abyan, Album, Khauri, dan Shulton. Sebelum dibagian ada aja tingkah mereka. Ada yang mengambil tepung dan membedakan di muka teman. Sehingga tepung yang semula banyak hanya seujung kertas yang sampai ke teman yang terakhir. Bisa dibayangkan tepung yang tertiup bisa tumpah dalam sekejap sedangan di ujung sana ada wadah yang disediakan untuk menampung tepung. Yang dapat mengumpulkan tepung terbanyak, itulah pemenangnya.
Kegiatan selanjutnya adalah yang paling seru yaitu lengkap lele di kolam yang berlumpur. Giliran pertama anak perempuan. Anak laki-laki melihat cara budidaya tanaman sayur. Yang berada di sebelah kiri kebun lengkeng yang beberapa waktu lalu sudah dipanen.
Di tepi kolam kakak pemandu memasukan lele sebagai tanda acara dimulai. Suasana mulai meriah, ada yang berteriak karena geli, ada yang di dorong temannya untuk masuk. Di tepi sana juga ada syifa dan Hafizah yang enggan untuk masuk sesekali kakinya sudah menyentuh air kolam tapi karena enggan atau geli ditarik lagi.
Suasana semakin ramai kini yang semula enggan sudah berada dalam kolam. Ada yang benar-benar total bermain lumpur dan yang yang terduduk karena tersenggol teman ada Nissa, Aurora, Zahra, Malika, Salamah, Melisza, Faiqa, Dan Quinsha. Serukan! Akhirnya semua rasa tumpah ruah bergelimang lumpur demi menangkap lele.
Setelah bergantian dengan anak laki-laki. Semua ke luar dari kolam membersihkan lumpur kran air terus menuju kolam renang yang berada di tepi kebun cabe melewati gapura tanaman labu yang sudah tak berbuah lagi. Sesekali aku membidik dengan gawai di tangan. Di tepi kolam bu Sulis dengan senang hati berenang sambil bernyanyi asyik.
Untuk lebih bersih lagi maka berenang lagi di kolam kedua yang berada dekat kolam lele. Begitu juga dengan anak laki-laki. Semua senang melompat dan berenang bersama. Hampir dua jam bermain dengan air. Terkadang mataku lepas menyelidiki tingkah mereka. Maklum membawa mereka jauh dari orang tua membuatku sedikit lebih hati-hati. Hanya doa yang sering terlontar semoga ada hikmah dalam perjalanan ini. Setelah semua keluar dari kolam, lalu mandi dan tukar pakaian.
Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pembagian hadiah dari beberapa permainan. Masing-masing kelompok dapat hadiah. Serta medali untuk walas serta ustadz Bram. Sebagai oleh-mereka dapat sebungkus sayur organik. Alhamdulillah.
Ini hadiah untuk ibu, kata Aurora sambil menyodorkan beberapa bungkus cemilan. Hadiah lomba, kata Aurora. Terimakasih, ucapku sambil tersenyum. Hari sudah sore, di luar kaca mobil lampu jalanan menghias setiap sudut kota. Warna orange di langit berangsur tenggelam. Waktu mulai merayap dan magrib pun tiba. Sholat di Mesjid Al Husna adalah pilihan tepat karena menuju kota Duri melewati tol sekitar satu jam.
💦💦💦💦💦💦💦 " Jangan tukar harga diri dengan yang murah karena hati yang bersih lebih dicintai Allah"
-
Tanah airku tidak ku lupakan, kan terkenang selama hidup ku..... *** Kampung halaman yang sangat asri itu bernama Tantaman, Kecamatan Pale...
-
Mutiara, 11 Februari 2026. Wajah tua yang termakan usia berdiri di pintu. Memandang tamu asing yang tak dikenalnya. Beberapa kali diyakinkan...
-
Mutiara , 29 Oktober 2025. SD IT Mutiara memeriahkan Bulan Bahasa dengan mengadakan berbagai lomba. Ustadz Ali Sibra Malisi, S.HI selaku kep...











