Sabtu, 09 Mei 2026

All you need is last

 Kurangi Segalanya kalau ingin sukses

1. Kurangi stress yang tidak perlu. (Ngaji,zikir,olah raga, jalan santai dll.beri penghargaan buat badan. 

2.Kurangi pikiran yang tidak perlu. 

3. Kurangi beli barang yang tidak perlu. 

4. Bergaulah dengan orang yang lebih dari anda 

5. Kurangi kawatir yang tidak perlu. Anda adalah apa yang anda pikirkan. 



PANTUN 


Bunga telang dekat buluh

Bunga melati melilit batu

Kami datang dari jauh

Maksud hati menjemput menantu


Songket bermotif pucuk rebung

Pakai tajak duduk bersila

Muda kreatif berhati lapang

Berkata bijak beradat pula


Talam berisi singgang ayam

Budaya negeri minang kabau

Sudah tradisi kearifan alam 

Tanda diberi semua terpukau


Tepak berisi ramuan sirih

Dikunyah sepat bibir merona

Iman diisi pikiran jernih

Tangan dijabat keluarga terbina


Getah gambir dalam cetakan

Simpan di kaleng agar terjaga

Karena takdir Allah jodohkan

Semoga langgeng sampai ke syurga

Pantun Majlis

 

PANTUN MAJELIS MENJEMPUT PENGANTEN

Oleh : Rustia Warnida


Bunga telang dekat jerami

Bunga melati dalam taman

Kami datang untuk bersilaturahmi

Sambutlah salam tanda seiman


Burung kenari makan semangka

Paruh menyeruput tanda kehausan

Kami kemari berhati suka 

Menjemput pengantin naik pelaminan


Pompang ditabuh bersahutan

Berdendang riang si anak negeri

Tepak ditaruh adat dijalankan

Makan jenang wajah berseri


Buka kantin jam delapan

Beli ketan makan sendiri

Pakaian pengantin kami antarkan

Pembalut badan raja sehari


Banyak lebah di batang kenari

Madu lengket manis rasanya

Pengantin gagah wajah berseri 

Pakai songket bertanjak pula


Buah jarak dekat jembatan

Buah durian rasa matoa

Pengantin diarak menuju pelaminan

Mohon doa restu orang tua


Duri, 7 April 2026


Minggu, 26 April 2026

Makan Berhidang Budaya Melayu Riau


Mutiara, 24 April 2026 seluruh siswa kelas enam SDS IT Mutiara mengikuti ujian praktek "Makan Berhidang  Budaya Melayu Riau." seperti pribahasa Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Sebagai ujud nyata dari pembelajaran BMR untuk memperkenalkan budaya untuk generasi Rabbani. Tentu pembelajaran ini merupakan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai warga asli Riau maupun sebagai warga dari daerah lain yang berdomisili di Riau. 

Praktek makan berhidang tentu tak lepas dari cara makan serta sopan santun makan bersama baik bersama teman, guru, serta tim penilai. Bu Yusnidar sebagai guru BMR beserta bu Mintowati, bu Yurismawati, dan bu Bella menilai dengan kriteria adab makan, tata hidangan, dan kelengkapan menu. 

Kelas enam yang berjumlah lima kelas dibagi menjadi tiga kelompok perkelas. Adapun sajian dari setiap kelompok menampilkan beragam menu khas Melayu diantara ada makan pokok, aneka sambal seperti asam padeh patin, gulai patin, ikan baung goreng, gulai nenas, pais ikan, sambal terasi, goreng ayam dan lain-lain. Menu ini juga dilengkapi aneka sayur, urap, serta kue seperti kue bolu kemojo, kue asidah, roti jala,  minuman air mata penganten, laksamana mengamuk, serta buah-buahan. 

Dalam setiap kelompok ada ketua yang akan menjelaskan ragam menu yang terhidang. Bahkan setiap anggota juga harus menunjukan skill tentang makan yang disiapkan. Ada kemampuan mengungkap pikiran dan perasaan yang mengasah daya kreativitas di depan orang lain. Seperti mempersilahkan majlis dalam menyantap hidangan dengan berpantun. Keahlian ini bisa muncul dengan latar suasana yang menyenangkan. 

 Jalan-jalan ke Padang                                              Pulang-pulang bawa jerami                               Marilah kita makan berhidang                                   Untuk mempererat tali silaturahmi

Kegiatan ini juga tak lepas dari sinergi sekolah bersama orang tua. Ada rasa senang dari raut wajah yang menunjukan betapa antuas bahkan juga ikut hadir di sela kesibukan. Kerjasama dalam menyiapkan peralatan, bahan, sampai tata letak hidangan. Sebagai bukti bahwa anak juga bisa belajar dari orang tua tentang ragam budaya di lingkungan tempat tinggal. 

Alhamdulillah, semua anak merasa senang dengan adanya makan berhidang. Mereka mengerti cara duduk, mengambil makanan, mencuci tangan, serta sopan santun dalam makan. Pada kesempatan ini hadir Kepsek yaitu ustadz Ali Sibra Malisi S. HI bersama rombongan seperti Ms Anita Sofya, S. Pd, Ing.M.M, Ustadz Ahmad Syarwani, S. Pd ing, bu Siski Yuliant Rina, S. Si, M. M ,Bu Dra. Gusni Eliza, beserta bu Indriani, S, Si. Setelah mencicipi makanan beliau mengucapkan terimakasih dan menyampaikan apresiasi semoga pembelajaran ini bisa membawa hikmah, serta rasa syukur terhadap Allah SWT. 

Rabu, 15 April 2026

Perahu Terbalik



Kepulangan astronaut dari luar angkasa menambah kesan takjub yang luar biasa atas kuasa Sang Pencipta. Misi beresiko tinggi, mereka berhasil memecahkan rekor bahwa manusia bisa melampaui titik terjauh dari bulan setelah puluhan tahun adanya penelitian. 

Dari bidikan kamera ada planet biru sedang mengorbit. Itulah bumi yang merupakan setitik debu di lautan kosmik yang tak terbatas. Bergerak di antara planet raksasa. Ini bukti bahwa alam semesta yang memiliki imajinasi yang jauh lebih besar dari imajinasi manusia terliar sekalipun. 

Dalam Surat Ad Dhuha Allah bersumpah, 

 Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringnya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta pembinaannya ( yang menakjubkan). 

Bumi yang terlihat seperti perahu terbalik menghias ruang angkasa. Dengan hiasan biru muda. Ada malam yang menyelimuti. Betapa indah ciptaan-Mu ya Illahi Rabbi. Tak lepas mata memandang, tak kuat rasa untuk memikirkan kecuali hanya rasa syukur yang terus bergejolak. Sebagai tanda cinta yang tak akan habis walau berpisah nyawa dari raga. 

Sebagai makhluk teristimewa, engkau ciptakan hamparan yang menakjubkan bagi yang sanggup berpikir. Dunia yang fana itu penuh riak gejolak nafsu tapi terkadang manusia teristimewa itu sering tak sanggup mengambil hikmah dari ciptaan-Mu. 

Bagai malam tanpa bulan, itulah pribahasa yang menggambarkan ketika suasana hati hampa. Hati sebagai ruang kendali apakah kita masih layak sebagai manusia teristimewa atau malah lebih hina dari binatang. Semua terpulang bagi pribadi yang menganggap diri tak berarti tanpa redha dari Pencipta alam semesta. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَسَبِّحْ بِا سْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

 Fasabbih bismi robbikal-'azhiim

"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 74)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Rabu, 11 Februari 2026


Mutiara, 11 Februari 2026. Wajah tua yang termakan usia berdiri di pintu. Memandang tamu asing yang tak dikenalnya. Beberapa kali diyakinkan kalau kita pernah bersama menikmati udara sejuk di bukit Mutiara. Namun beliau tetap menolak dikunjungi. Pakaianku kotor, pergi sana.... Itulah cerita dari bu Ratnawilis bersama rombongan guru yang sudah purnabakti. 

Sosok yang hangat dan disegani tentunya. Dimasa itu mutiara masih mencari murid untuk diajar. Bahkan mutiara tidak pernah menolak murid yang tinggal kelas di tempat lain untuk diterima. Diantaranya ada bekas preman pasar dan ada juga yang beda agama. 

Beliau adalah Bapak Ajiz Ruslan, karena jasa beliaulah mutiara bisa kita nikmati dan megah seperti sekarang. Waktu itu beliau ditemani Bu Wahdiar Wahid (almh), mereka selalu mencari solusi demi kemajuan mutiara. Inilah cerita yang kudengar dari bu Elwati sebagai guru senior. 

Bapak Ajis adalah sosok yang selalu menjadi teladan yang tak segan memungut sampah sehingga para murid juga ikut tanpa diperintah. Berpakaian rapi dengan sepatu yang mengkilap. Apalagi sisir rambut beliau juga sangat rapi, ujar  dzah Met mengomentari. Seakan semua kenangan masih terbayang. 

Ada suatu harga yang tak bisa dibalas dengan apapun. Kenangan yang terukir adalah saksi bisu, secuil perjuangan masa lalu Bapak Ajiz. Mudah-mudahan Allah redha dengan berbalas surga Firdaus. Aamiin

Alhamdulillah, saat ini kita masih mengenal sosok yang begitu berarti. 

Sehat selalu Pak Ajiz, terimakasih telah memberi kami peluang untuk menebar kebaikan dengan hasil tetesan keringat Bapak. 

 

Jumat, 23 Januari 2026

 


"Mati Rasa Meski Sayang Tak Kurang-Kurang"

Jangan bersimpuh di hadapan duka...........Hadapi segala ujian dalam kesulitan pasti ada kemudahan..... (Nasyid by Selasa Pagi) 

****

Gedung Lancang Kuning, Sabtu, 24 Januari 2026.

Kehadiran bapak atau ibu adalah berkah dari Allah, ujar ustadz Ahmad Syarwani, S. Pd. dalam sambutannya sebagai ketua panitia. "Sungguh acara yang sayang dilewatkan hanya orang pilihan yang bisa meluangkan waktu untuk hadir."kata ust. Ahmad lagi. 

"Agar perhatian tidak berujung penyesalan. Karena mendidik bukan hanya di dunia tapi juga untuk akhirat." Kata Ust. Emrizal saat memandu acara. Selanjutnya mempersilahkan  Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, S. Psi dengan materi yang menggelitik relung hati baik sebagai orang tua atau pun sebagai guru. 

Affluensa, menabung kegagalan dalam berinteraksi. Suatu kata yang membuat hati terkejut. Tanpa disadari, selama ini kita sudah merasa nyaman tapi tidak aman. 

"Tanda hari kiamat, jika seorang perempuan melahirkan tuannya(anak yang memperbudak orang tuanya)." Yang selalu mengiyakan anak dalam semua urusan dari kecil. 

Umur 7 tahun anak harus diberi pembatasan dalam urusan tempat tidur. Masa usia penting karena agar anak peka dan ada empati. Di usia 10 tahun harus dipisah. Jadi pola pengasuhan anak dari usia 2,7,10 tahun, harus mendapat perhatian khusus dalam meletakan pondasi yang kuat dalam pendidikan anak. Di usia ini anak harus dididik oleh guru yang sangat berpengalaman. 

Pola pengasuhan anak :

1. Anak lahir di atas fitrah, maka kita harus menjaga agar tidak menyimpang. 

2. Anak-anak yang memperbudak akan muncul karena kita menyelisihi tuntutan. 

3. Pengetahuan itu berbeda dengan pemahaman berbeda pula dengan keyakinan. Orang tahu tapi tidak mengamalkan. 

4. Unta yang membawa kitab di punggungnya. Kita perlu melatih empati anak. Jangan menukar kehadiran orang tua dengan uang, tanpa mempedulikan kewajiban anak. Jangan memberi sebagai ujud perhatian atau penukar agar affluensa ( berkembang identitas ditentukan berdasarkan uang) tidak berkembang. 

"Uang menuntut tanggung jawab. Bukan sebaliknya, tanggung jawab menuntut uang." 

Rusaknya empati karena bahasa, berikan penjelasan batasan yang jelas melindungi anak dari sikap merasa berhak. 

Rusaknya anak karena bahasa uang. Penundaan kepuasan adalah hal yang normal, bahkan ketika uang tersedia. Menurut keinginan anak menghalangi anak anak belajar mengendalikan keinginan dan menghambat kemampuan memahami prioritas. 

Kesulitan itu menempa dan memberi tantangan. Melatih lisan untuk bertanya hal hal esensial atau penting. Berikan pengalaman kepada anak. Sehingga muncul sifat Attabiat (Melatih kemandirian emosi anak). 

Kunci menjadi mukmin yang kuat:

1. Menyerahkannya semua kejadian kepada Allah. Jangan meratapi apa yang terjadi. 

2. Jangan mengajari anak untuk menyalahkan keadaan. 

Caranya medapatkan ilmu:

  • Zakatun
  • Hitsun 
  • Ijtihadun, kesungguhan
  • Dirham, uang 
  • Hikmah 'aliyah, motivasi yang tinggi, luhur dan niat shahiyah
Fungsi Bi'ah Sholihah:
1. Mengingat kan ketika lalai
2. Mengoreksi ketika salah
3. Mengokohkan pegangan ketika terpuruk/ditimpa fitnah. 

Tantangan sehari-hari
1. Melatih anak mengatur waktu, mengelola diri, mengenali resiko, dan menetukan prioritas. 
2. Anak terlatih memecahkan masalah sehari-hari tanpa menyebabkan frustasi. 
3. Empati yang hidup sangat membantu anak untuk hidup bersama orang lain:  masyarakat dan keluarga
4. Kepemimpinan yang baik memerlukan empati
5. Birrul walidan itu mutlak memerlukan empati

Anak yang terbiasa memegang hp di usia 13 tahun akan berdampak pada emosi walaupun yang ditonton adalah hal yang baik. Jadi tunggu anak berusia 18 tahun saat anak sudah paham dengan tanggung jawab. Main game satu jam sehari akan berdampak pada kesehatan seperti emosi tidak stabil dll. 




"Alhamdulillah, Ya Allah mudahkan kami menjadi orang tua yang bisa mendidik anak menjadi generasi Rabbani"
💦💦
"Jadilah Orang Tua Yang Tidak Pernah Mati Rasa, Karena Rasa Sayang Tak Pernah Habis"



All you need is last

 Kurangi Segalanya kalau ingin sukses 1. Kurangi stress yang tidak perlu. (Ngaji,zikir,olah raga, jalan santai dll.beri penghargaan buat bad...