Rabu, 24 Desember 2025

Dia di Atas Segalanya

Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya. Kita mesti tabah menjalani. Hanya cambuk  kecil agar kita sadar. Adalah Dia di atas segalanya. Lirik Ebit Ge Ade yang bersenandung di video clip di tengah musibah yang meluluh lantakan negeri. Rimbun dedaunan tak lagi menari di tiup angin, burungpun enggan untuk menyilau dengan senandung pagi. Hanya Bulan dan Matahari yang selalu setia mengintip aktivitas segala makhluk di bumi. 

Hanya berdurasi beberapa menit, tapi mampu memutar ingatan untuk berhayal andai ini tak terjadi. Namun, semua sia-sia. Ketika alam tak lagi mau bersahabat. Akibat ulah keserakahan manusia yang tak terkendali. Demi memenuhi nafsu yang haus materi dan kesenangan sementara. Tapi tak mampu berpikir untuk hari esok ketika menghadap Sang Penguasa. 

Inilah gambaran manusia, demi hidup mewah. Tak peduli lagi pada sesama. Namun alam yang terlihat tenang mulai menggeliat. Menari membawa materi, seakan berkata" inikah yang kau inginkan? Hai pemuas nafsu. Hari ini silahkan kau ambil sepuasnya! Namun, manusia tak bermartabat itu lempar batu, sembunyi tangan. 

Seketika semua terdiam, diam seribu bahasa kala hati kecil menjerit. Hanya pasrah dalam derasnya arus, mengeliat dalam lumpur meregang nyawa atas ketidak adilan. Dari lubuk hati yang paling dalam aku bertanya, apakah ini akhir zaman? Wallahualam bissawab, hanya rahasia Illahi. Ya Allah, masukan kami ke dalam golongan hambamu yang beriman.

"Demi waktu, sesungguhnya manusia merugi, kecuali orang yang beriman, mengerjakan kebaikan, dan saling menasehati untuk kebenaran dan menasehati untuk kesabaran,"Firman Allah dalam surat Al-Asr 1-3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mutiara, 11 Februari 2026. Wajah tua yang termakan usia berdiri di pintu. Memandang tamu asing yang tak dikenalnya. Beberapa kali diyakinkan...