Teras kelas itu sangat bersih beberapa pot yang ditanami bunga bugenvil tumbuh dengan subur. Ada yang bewarna pink, merah dan ungu. Di sela-sela sela pot juga ada pot yang ditanami bunga aglonema. Helaian daun hijau bercampur pink juga menari-nari ditiup angin. Karena terletak di lantai dua, jadi angin menerpa dengan leluasa. Sangat indah dipandang hatipun jadi tentram.
Bel istirahat berbunyi, "Anak-anak yang sholeh dan sholehah dipersilahkan untuk sholat dhuha," suara merdu itu membuatku bergegas pergi untuk berwudhu. Jaraknya hanya sekitar 15 meter dari ruang kelasku. Dari jauh tempat berwudhu yang biasanya tidak ramai karena tempat berwudhu ada disetiap lantai bangunan. Tapi barisan siswa sudah mengular sambil memegang mukena.
Aku pun heran, bukankah disetiap lantai ada tempat berwudhu pikirku. Kenapa pemandangan jadi lain ya.... Aku penasaran dan menerobos antrian itu. "Ada apa?"tanyaku pada Aiyah. Airnya kecil bu. Di sebelah airnya tidak ada ujar Anna. Mungkin di bawah ada air. Kenapa kok berwudhu di sini, tanyaku lagi. Sama bu, di bawah juga tidak ada air. Apa lagi di lantai tiga. Air tidak ada sama sekali.
Ooo, akan pun beranjak pergi menuju kantor. Rupanya guru-guru juga sedang membicarakan air. Jadi ikut mendengar penjelasan dari bu Minto tanpa bertanya. Air di danau sudah menyusut karena beberapa minggu ini tidak ada hujan. Beginilah jadinya. Apalagi saat air tidak dibutuhkan ada beberapa kran yang dibiarkan terbuka.
Komplek PT PHR Duri, memang mengandalkan air dari danau buatan. Danau yang terletak di dalam komplek ini sering menyusut apalagi musim panas. Alhasil, pihak perusahaan sering mengimbau untuk hemat air. Gunakan air seperlunya atau matikan kran saat tidak digunakan.
Akupun menuju kelas, dan menjelaskan kepada siswa tentang kekeringan yang mulai dirasakan. Kita harus hemat air, karena persediaan air dilingkungan sekolah sudah menipis. Ramainya warga komplek yang butuh air untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi pakailah air dengan bijaksana agar air ada saat kita butuhkan. Iya, Bu. Suara kompak itu membuat tersenyum. Alhamdulillah, akhirnya mereka mengerti pentingnya air bagi kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar