Selasa, 19 Desember 2023

Berinovasi dan Valid


Senin 18 Desember 2023, Ms Anita Sofya, S. Pd.Ing.,M.M. mengajak seluruh guru SDS IT Mutiara untuk merancang RPP yang valid. Kenapa RPP harus valid? Pertanyaan yang menjadi dasar materi dalam woksop ini diterangkan secara gamblang. Valid merupakan acuan dari kata yang berarti sudah benar sesuai dengan kriteria yang diharapkan. 

Sebagai seorang guru dituntut untuk membuat RPP terhadap bahan yang diajarkan. Karena dari RPP akan tergambar dengan jelas pertemuan demi pertemuan yang sudah dirancang sedemikian rupa. Setiap pertemuan memuat Ulangan Harian/ Assesment Formatif yang diberikan kepada siswa sebagai umpan balik keberhasilan materi yang disajikan. Jika lebih dari empat puluh persen siswa yang gagal maka seorang guru harus melakukan dua langkah. Pertama melakukan remedial untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kedua guru harus meng introspeksi diri apakah pemberian materi sudah tepat atau belum. Tentu ini merupakan tanggung jawab guru agar ilmu yang diberikan bisa bermanfaat. 

Dalam menyusun RPP juga harus diperhatikan kekhasan Sekolah Islam Terpadu (Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasi, Aplikasi, Dunia, Akhirat). Bercermin dari kegiatan terjadwal yang dilakukan Ms Anita yaitu selalu melakukan superpisi terhadap guru yang mengajar. Perbaikan pun sudah menunjukan yang signifikan tapi semua guru juga diharapkan untuk menuntaskan RPP selama setahun. 

Agar RPP singkron dengan bakat dan kemampuan anak, maka di bagian penutup harus tertera cara membimbing anak agar berprestasi. Bagaikan hitam di atas putih. RPP merupakan bukti nyata kinerja guru saat mengajar. 

Setelah sukses pada program Adiwiyata tingkat kabupaten, maka banyak program yang harus dilakukan demi suksesnya Adiwiyata tingkat provinsi. Adiwiyata yang bertema lingkungan juga harus tergambar di dalam RPP, tukas Ms Anita sembari memberi warna hijau pada kalimat yang berhubungan dengan program Adiwiyata. 

Semoga SDS IT Mutiara selalu berbenah dan berinovasi demi memajukan sekolah dalam membina generasi Rabbani. Aamiin. 

Rabu, 13 Desember 2023

SDS IT Mutiara Meraih Adiwiyata


Bengkalis, Kamis 30 Nopember 2023 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis memberi penghargaan bagi sekolah yang sukses menyandang sekolah Adiwiyata. Alhamdulillah, SDS IT Mutiara mendapat nilai tertinggi di antara sepuluh sekolah yang terpilih. Dengan nilai 92,99 merupakan pencapaian yang luar biasa. 

Hadiah yang diterima langsung Kepsek Ms Anita Sofya, S. Pd Ingg dari Bupati Bengkalis yang diwakili Wabup Bagus Santoso yang disaksikan Forkopimda dan didampingi dinas pendidikan Muthu Saiki, kadinas Perikanan Kholijah, serta tim Adiwiyata Kabupaten Bengkalis Dewi Eka Handayani. 

Sepuluh sekolah yang dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata tahun 2023 hadir di Bengkalis saat memperingati Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) di lapangan Tugu Bengkalis. 

Semoga Mutiara tetap konsekwen dalam memajukan sekolah yang ramah anak dan lingkungan demi tercapainya tujuan dalam mendidik generasi rabbani yang dicintai Allah. 



Selasa, 28 November 2023

Hadiah Terindah



HGN ke 78 diperingati oleh setiap sekolah dengan acara yang berbeda. Beragam kegiatan diadakan demi meriahnya acara. Seperti mengadakan pertandingan antar guru baik secara beregu maupun individu. Demi meriahnya acara keunikan pun bermunculan. 

Hari guru yang bertema "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar" membawa hikmah yang luar biasa. Ibarat "Tapi Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarang" kata ustazah Irmalida dalam sambutanya mewakili Yayasan Mutiara saat menghadiri acara HGN yang di adakan di SDS IT Mutiara. Pendidikan  akan berlansung dengan baik apabila adanya saling kerjasama antara guru, orang tua, dan siswa, tukas beliau lagi. 

Acara yang dihadiri seluruh siswa dari kelas satu sampai Kelas enam, majlis guru, perwakilan yayasan, serta POMG disuguhi dengan beberapa penampilan siswa. Ms Anita Sofya selaku kepsek menyampaikan beberapa pesan diantaranya menghormati guru, merendahkan suara di hadapan guru, salam, dan sapa. 

Bu Dewi sebagai ketia komite juga menyampai apresiasi untuk guru. Kesabaran guru bersama siswa di sekolah tak tertandingi oleh orang tua. Bahkan banyak orang tua yang "galak" dirumah hanya menghadapi satu orang anak, katanya sambil tersenyum.

Acara yang dikemas dengan apik ini menampilkan paduan suara bertema guru, atraksi HGN, serta Nasyid dengan suara yang merdu. Adapun penutup HGN ke 78 ini ditutup dengan menampilkan beberapa guru berprestasi di bidang menulis mengangkat kearifan lokal budaya melayu bertajuk "Syair untuk Negeri" yang ditulis oleh Ms Anita Sofya, Rustia Warnida, dan Eni Huriani. Karya dalam bentuk antologi Syair juga ditulis oleh penyair dari beberapa negara di Asia. 

Dibidang Al Quran ada ustadz Heri Kiswanto dan ustadzah Rasidah yang sudah menyetorkan hafalan AlQuran bersanad bersama Seorang syek yang berada di Mekkah. Setoran ini beliau lakukan saat menunaikan ibadah haji. Selanjutnya juga ada Ustadz Irwan Darma yang berprestasi sebagai guru Pembatik. 

Bagaikan pucuk dicinta, ulampun tiba. SDS IT Mutiara juga mendapat anugrah sebagai sekolah Adiwiyata yang digagas oleh Ms Anita Sofya beserta seluruh guru dan karyawan yang bekerja keras mewujudkan niat suci ini. Ini merupakan hadiah terindah yang harus disyukuri. Alhamdulillah, suatu nikmat yang luar biasa. Semoga Allah selalu melimpahkan nikmat dan karunia-Nya agar Mutiara Tetap Jaya. Aamiin. 

Selasa, 19 September 2023

Cincin 24 Karat

Cincin Bermotif Bunga

Melewati lembah Ngarai Sianok, perjalanan dari Palembayan memang menyajikan pemandangan yang sangat eksotis. Sayang rasanya kesempatan yang datang hanya hitungan jari dalam setahun berlalu begitu saja. Di usia yang sudah melewati separuh abad, aku masih menyaksikan pemandangan yang membuat kenangan lama antri dibenakku. Apalagi ada lirik lagu lawas yang rata-rata pernah bertahta di hati. 

Melewati pendakian yang berbelok ke puncak bukit meningggalkan tapak sawah yang berjenjang dengan latar bukit Barisan dan gunung Pasaman yang berdiri kokoh. Awan putih yang mengambang berarak di sisi langit yang membiru cerah. Secerah lautan tiku sebagai latar yang terang disinari mentari. 

Siang yang bergelora beradu panas yang menyelimuti hawa jalanan hitam beraspal. Ada nyanyian minang dari balik tirai putih memagari kearifan lokal budaya alam Minangkabau. Pelaminan bercorak merah keemasan serta sepasang pengantin terlihat sekilas di balik deru mobil dengan stelan gas yang tinggi. Bunga teratai yang bermekaran di kolam pun tersenyum bahagia medongak di balik air yang jernih. 

(Sudah sampai di mana? ) terdengar suara ibu di ujung gawai yang dipegang Ulfa. Lirikan matanya bagaikan ekor bintang Kejora sambil memandangi bundanya. Ada respek dari isyarat nya yang mengatakan untuk kesekian kali nenek terus menelponnya. Hanya Ulfa yang sering menjadi tempat bicara yang cocok menurut nenek. Maklum, Ulfa memang selalu sedia dengan keluh kesah dari kenyinyiran si nenek delapan puluh tahun lebih itu. 

Semenjak neneknya mengalami strook ringan di sebelah kanan tubuhnya. Nenek di bawa oleh bundanya untuk tinggal bersama di kota Duri. Seminggu di rawat di RSUD Ahmad Muhktar tidak membawa perubahan yang berarti bagi nenek. Strook yang diakibatkan penyumbatan di otak kiri telah membuatnya akrab dengan kasur. 

Liukan mobil melewati sisi jalan yang berbelok sekilas tampak bunga dahlia aneka warna bermekaran. Tersenyum merunduk karena susun mahkota yang lebat. Berpadu padan dengan si mawar berduri yang merekah. Ranting yang tinggi mengarah ke jalan yang terjal dikawal tumbuhan bambu menopang sisi ngarai yang curam. 

Suatu pemandangan yang merekam jejak jalur gempa yang berada di sisi kota Bukittinggi. Tepatnya di sisi tembusnya arah lobang Jepang sebagai tempat saksi sejarah perjuangan rakyat Sumatra. 

"Kita lansung ke pusat kota saja," kata bunda mengarahkan abangnya yang menyetir. Ulfa yang duduk di samping abang tersenyum. Iya, Dang (panggilan untuk kakak bunda). 

Mau beli apa? Tanya Adang. Beli setrika, lemari, jilbab, kata Ulfa sambil melirik Adang. 

Susahnya mencari tempat parkir, mau tak mau kota yang terkenal kota Pariwisata menjadi pusat tujuan saat hari libur. Jalan yang sepi kadang berubah fungsi menjadi area parkir. Bunda, Ulfa dan mama ( anak adik nenek) pun terpaksa turun di jalan yang sempit. 

Kita mau beli dimana kata bunda sama mama. Di deretan toko emas,  mama menunjuk toko mas langganannya. Dalam toko yang terkesan mewah sudah berjejal aneka jenis perhiasan mulai dari cincin sampai kalung yang membuat naluri ingin memiliki harus dikubur dalam-dalam. Maklum semua anak bunda sedang kuliah. Ibarat pepatah, roda sedang mendaki. 

Kami menuju lemari kaca yang berisi perhiasan cincin. Sesuai rencana menukar dan menambah dengan yang agak lebih. Harga emas yang tinggi, tapi kami tetap harus memilih di antara deretan desain tukang emas. "Yang ini bun,"kata mama sambil menunjuk cincin motif rantai. Untuk nenek sangat cocok, kata mama meyakinkan. "Coba cari motif," bunda menunjuk ke  arah cincin yang berada dekat kaca. Dengan penuh senyum pelayanan yang masih ada hubungan kekerabatan dengan suami mama pun tersenyum. Orangnya berkulit kuning langsat dan tinggi. Sangat tampan apalagi kalau tersenyum, sangat memikat para pembeli. 

Bunda sangat suka dengan desain yang unik. Pilihannya bisa ditukar lagi. Setelah dirasa cocok dengan ukuran jari, akhirnya satu cincin bermotif bunga berpindah ke dalam tas bunda setelah sah jual beli. Ada rasa lega hari ini. Dalam hati bunda berdoa, "semoga cincin ini bisa menambah rasa senang di hati nenek."(ibu bunda)

Cincin ini adalah hasil keringat ibu, walau sudah pensiun ibu selalu menabung uang. Kadang untuk membantu sanak keluarga. 

"Ulfa nanti kalau sudah punya penghasilan harus pandai menabung. Dengan menabung bisa pergi umrah dan haji," kata nenek berpesan pada Ulfa. 

"Ulfa aja sudah menabung dari dulu, tapi ada aja yang minta. Kadang abang meminjam tapi tak pernah dibayar,"kata Ulfa dengan raut wajah kesal mengingat uang tabungannya dipinjam tapi tak pernah kembali. Bunda yang jadi pendengar kadang ikut prihatin juga. 

"Simpan uang di bank," kata bunda saat Ulfa marah-marah. "Ndak mau," suara Ulfa terdengar agak berat. Ini lah resikonya, kan sudah ada buku tabungan. Lagi-lagi Ulfa pun  tidak mau. "Ya sudah," kata bunda. 

Tak ingin berlama-lama, karena hari sudah sore kami berpisah. Mama pulang kampung sedangkan kami melanjutkan mencari lemari. 

"Kita lihat di grosir saja," kata Adang sambil menyetir. Alhamdulillah, sampai di depan toko yang masih ramai pembeli. Sambil mengikuti langkah Adang menuju lantai dua. Langkah demi langkah kami meninggal lantai satu yang tertata dengan peralatan dapur bermerk. Benda yang menjadi incaran wanita itu tersusun seakan menghipnotis pecandu. 

Bunda menarik nafas dalam-dalam, sambil bergumam. Kita ke sini cuma untuk membeli yang diperlukan. Lemari yang ditunjukkan pelayan toko berada di sisi kanan ruang yang dipenuhi aneka barang dari plastik. 

Harga yang tertera di sisi lemari sesuai dengan kualitas barang. Kita bisa memilih sesuai ukuran kantong. Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya lemari sampai di tempat kos Ulfa. 

Senandung gawai yang tak berhenti, membuat Ulfa menghela nafas. "Pasti dari nenek," sudah bisa ditebak bun. Karena keletihan dengan perjalanan sehari, suara Ulfa sangat kecil ketika menjawab pertanyaan nenek. Bunda menarik bad cover setelah sholat Isya. Rasanya sangat capek sekali dan pusing. 

Tenggelam dalam balutan suasana kelam yang bertabur cahaya bintang di luar sana. Langit malam kadang mencuri perhatian tapi apa daya. Semoga besok bisa berkumpul dan memberikan cincin ke tangan sang ibunda yang berjuang dengan serangan strook. Semoga Allah menghilangkan sumbatan di otak dan membuat saraf berfungsi kembali. Semoga jemari yang telah bersusah payah membesarkan masih bisa bergerak di usia yang semakin terguras masa. 

Senin, 11 September 2023

Aktifitas Berkarakter


Apel pagi sekali dua minggu di SDS IT Mutiara menampilkan persembahan dari siswa kelas empat. Menjelang acara di gelar, Ms Anita Sofya selaku kepsek berpesan agar seluruh siswa memperhatikan keselamatan dalam beraktifitas. Apalagi sekarang hari musim hujan dan lantai licin. Perlu diingat agar tidak bermain bola tanpa pendampingan guru olah raga. Apalagi yang suka bermain di teras lantai dua mesjid. Larangan untuk bermain bola sudah sering diingatkan oleh guru. Namun peraturan ini sering diabaikan siswa. Sehingga Ms Anita memberi ultimatum bagi yang tidak mengindahkan peraturan akan dipanggil dan menandatangani surat perjanjian. 

Selanjutnya Ms Anita juga mengingatkan untuk menjaga ketertiban dalam melaksanakan sholat berjamaah. Terutama saat sholat jumat bagi kelas 4, 5, dan 6. Sholatlah dengan tertib, jangan bercanda! Bercanda dapat menyebabkan sholat Jumat menjadi sia-sia, ujar Ms Anita. 

Acara selanjutnya penampilan dari kelas 4A yaitu tari Lancang Kuning dengan kostum baju melayu dengan songket. Tari kreasi Nusantara dari kelas 4B, pencak silat serta nyanyi dari 4C, nyanyi "Jiwa Yang Bersedih" dari 4D, serta Tari Saman dari kelas 4E. Walaupun durasi latihan hanya seminggu, tapi penampilan dari kelas empat sangat mengundang antusias siswa dan guru, bahkan wali murid untuk menyaksikannya. 

Walau matahari bersinar semakin cerah dan terasa panas tapi tak mengurungkan untuk meninggalkan lapangan. Apalagi ada pengumuman lomba kebersihan, kerapian, dan keindahan kelas di penghujung acara. Penilaian berlangsung selama tiga minggu. Adapun juri penilai untuk kelas rendah yaitu pak Ahmad Syarwani, S. Pd dan bu Mintowati, S. Pd, sedangkan untuk kelas tinggi adalah Ms Anita Sofya, S. Pd, Ingg, MM dan ustadz Ali Sibra Malisi, S. HI

Alhamdulillah, dengan adanya penilaian kelas semoga dapat menambah semangat dan rasa nyaman siswa untuk belajar. Tingginya perhatian dari pihak sekolah dan suport dari wali murid juga membuat semua acara yang dilaksanakan pihak sekolah menjadi lancar dan sukses. 

Rabu, 30 Agustus 2023

Motivasi Membaca AlQuran



Siapapun yang berintegrasi dengan alquran maka akan mulia di dunia maupun diakhirat. Semua butuh perjuangan, sehingga terasa nikmatnya. Caranya dengan puasa selama satu tahun kecuali dihari yang dilarang. Mulai dari wirid membaca dari surat yang ditentukan. Tilawah juga harus dilakukan sehingga Allah memberi kemudahan. Hafalan terus diulang  sepanjang kita mau.

Cara dalam mengkhatamkan bergabung dengan teman dan saling mengoreksi bacaan. Memang butuh perjuangan dalam mengkhatamkan AlQuran. InsyaAllah ada kemudahan. Ini merupakan pengalaman yang bisa dijadikan motivasi dalam menghafal dan mengkhatamkan AlQuran, ujar ustadz Heri Kiswanto saat berkisah pada penutupan acara Muqayyam. 

Acara Muqayyam merupakan acara ketiga yang diikuti oleh siswa kelas enam. Adapun acara pertama adalah kegiatan Perjusa, kegiatan Jalasah Ruhiyah, dan Muqayyam. Berbeda dengan kegiatan Jalasah Ruhiyah yang diadakan dari jam 16.00 - 17.30. Dengan materi murajaah, membaca almat'surat, tausiah, berbuka, sholat Magrib berjamaah, serta makan bersama. Muqayyam dilaksanakan hari Jumat setelah jam pelajaran berakhir sampai Sabtu pagi. Acara ini juga diikuti siswa kelas lima yang sudah Mumtaz. 

Acara Muqayyam dikoordinir oleh guru Alquran dan walas. Adapun susunan acara persiapan, sholat, pembukaan, makan, setoran hafalan, tahajud, reward bagi penyetor terbanyak dan penutupan. Kegiatan ini terlaksana karena eratnya sinergi antara orang tua dan pihak sekolah. 

Banyak suport yang diberikan oleh orang tua baik moril maupun materi. Seperti menyediakan kebutuhan anak mulai dari perlengkapan serta snack tambahan baik untuk anak maupun untuk ustadz/dzah. Mereka terkesan sangat mendukung demi kelancaran acara ini. Suatu suport yang luar biasa karena secara tidak sadar sudah berbagi tugas dengan yang ahli dibidangnya. 

Semoga perjuangan yang dilakukan, dan jerih payah orang tua dan ustadz/dzah dalam membimbing generasi , menjadi amal ibadah yang diredhai Allah. Aamiin



Selasa, 29 Agustus 2023

Berpidato



Ruang kelas yang bernuansa merah putih menandakan meriahnya HUT RI ke-78. Desain kelas yang aneka rupa mulai dari poster, bunga, struktur kelas, daftar pelajaran, daftar piket, serta pembiasaan baik juga tertempel di dinding kelas. Ornamen yang yang sengaja dibuat seindah mungkin agar siswa merasa nyaman dalam belajar dan penilaian kerapian, kebersihan, dan keindahan kelas. Dari kelas satu sampai kelas enam yang berjumlah sekitar dua puluh delapan kelas penuh dengan desain kelas yang unik. 

Keindahan dan kebersihan kelas menjadikan motivasi siswa dalam belajar. Begitu juga dengan siswa kelas VI SDS IT Mutiara yang belajar materi pidato. Materi berisi tentang beberapa informasi tentang pidato. 

Di awal pembelajaran disajikan teks berisi tentang tokoh proklamator Republik Indonesia yang dijuluki ''Singa Podium." Bacaan yang mengispirasi ini menjadi acuan bagi siswa bahwa berpidato berisi informasi dan ajakan kepada orang banyak.

Dalam teks yang berisi tips pencapaian Soekarno menjadi seorang yang berani tampil. Diantaranya adalah rajin membaca buku dan berlatih di depan cermin seolah-olah berada di depan orang banyak. 

Contoh pidato yang tersaji mempermudah siswa untuk mengerti cara membuat pidato berdasarkan Struktur pidato. Mulai dari pembukaan, isi, dan penutup. 

Membuat pidato sesuai tema "Kebersihan Lingkungan dan Kelulusan." Saat pembelajaran, proses membuat pidato pun ditulis dibuku latihan. Proses awal ini sebagai bukti bahwa siswa bisa diarahkan untuk menuangkan ide melalui tulisan. Tulisan yang sudah memenuhi kriteria sebuah pidato diparaf. 

Untuk proses penyuntingan maka setiap siswa mengetik pidato menggunakan media digital di file word atau Chat WA. Mengingat penyuntingan yang memakan waktu, tugas bisa dikirim dengan target yang sudah disepakati. Adapun pidato yang telah diberi masukan oleh guru tentang kekurangan baik dari segi penggunaan ejaan maupun tanda baca, maka akan disunting sendiri oleh penulis pidato. 

Dari penggunaan tata bahasa, anak juga diajak untuk melengkapi pidato. Teks pidato yang terdiri dari lima paragraf ini harus lengkap berdasarkan kriteria kalimat mudah dipahami. Selanjutnya pada paragraf isi juga berisi ide atau gagasan yang berupa latar belakang, pembiasaan baik, dan manfaat dari apa yang disampaikan. Pada paragraf penutup juga ada kesimpulan yang bisa dijadikan pembelajaran yang bermanfaat bagi audien.

Mengapa menggunakan digital? 

📱Untuk memudahkan dalam memperbaiki               penggunaan tanda baca. 

📱Untuk memudahkan untuk memperbaiki               kalimat yang tidak efektif. 

📱Memudahkan menambah kalimat yang                   terlupa. Contoh nya melengkapi dengan                 kesimpulan pada paragraf terakir. 

📱Menyenangkan dan bisa belajar kapan saja. 

Pembelajaran yang menggunakan digital ini lebih disukai oleh siswa. Selain ide yang dituang merupakan hasil pemikiran sendiri, merekapun dapat merasakan pengalaman baru di dunia menulis. Ternyata menulis tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan pada saat tampil, selain menyampaikan ayat sebagai penguat, mereka juga menutup dengan pantun yang merupakan kearifan lokal budaya melayu. 

Teks pidato yang sudah disunting dikirim dalam bentuk file word didokumentasikan di drive. Sedangkan yang mengirim dalam bentuk chat akan disatukan di file tersendiri. 

https://drive.google.com/drive/folders/1vslq8Mx5hKNF1IzvQVeSVdR_84UHDgEz

Dari tiga kelas yang menulis pidato semuanya bisa menyampaikan pidato secara lansung di depan kelas. Sesuai kriteria penilaian akhirnya pembelajaran ini berlangsung dengan menyenangkan. 

Berani tampil di depan kelas dan menyampaikan ide merupakan mental yang harus terus dijadikan pembiasaan. Tentu pembiasaan baik ini dapat melatih keterampilan sosial. Sehingga terlatih menjadi pemimpin yang bisa berorasi menyampaikan ide, tampil percaya diri, dan mampu menjadi khalifah yang taat kepada Allah. 

Semoga Allah memberi kemudahan dalam merdeka mengajar dan merdeka belajar. Sehingga generasi Indonesia menjadi generasi yang tangguh dalam mengisi kemerdekaan. Seperti yang tertuang dalam doa berikut:

Artinya:

"Ya Allah lapangkanlah dadaku, mudahkankah segala urusanku, dan lepaskan kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." Aamiin

Merdeka, sekali mereka tetap merdeka!

 🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Lolos Seleksi Tahap 1

Sebanyak 109 orang guru lolos dari 679 lebih guru yang mendaftar untuk mengikuti seleksi guru Penyala Literasi Nasional yang diadakan PILFES...