Kamis, 23 Oktober 2025

Guratan Cinta

Semilir angin berbisik manja

Kulempar pandang menikmati panorama 

Ada guratan cinta berceloteh ria

Bismillah, demi mengiringi buah hati tercinta


Waktu terus berjalan

Bagai angin meniup layar ke lautan

Mengarungi samudra dayung di tangan

Tekad membara penuh tantangan

Akal budi terus beriringan

Menabur benih berhias pengalaman


Sadar diri semua akan kembali

Satu tekad untuk mengabdi 

Cuitan bagai motivasi 

Terus berkarya mewarnai mimpi

Pengobat hati rindu Illahi

Senin, 13 Oktober 2025


Mutiara, Senin, 13 Oktober 2025. Suasana pagi yang cerah sangat mendukung terlaksananya  upacara bendera. Murid kelas 6E sebagai pelaksana sangat bersemangat mulai dari persiapan pemasangan atribut seperti peci berhias pita merah putih, sarung tangan putih serta selempang sebagai identitas pelaksana. 

Proses demi proses sebelum terlaksananya upacara ini dilakukan di waktu jam efektif dan berlatih saat setelah bimbel. Walaupun cuaca terik tapi tak melemahkan semangat untuk berlatih. Karena kesempatan untuk tampil dalam semester satu hanya sekali. 

"Kelas 6E sudah tampil dengan bagus, ayo, kita beri tepuk tangan," ujar Ustadzah Mintowati saat memberi amanat sebagai pembina upacara. "Latihan baris berbaris ini sangat berguna baik untuk diri sendiri maupun orang lain," kata bu Mintowati lagi. 

Alhamdulillah, Suasana ini menambah semangat yang sangat berarti sebagai proses belajar dalam mendidik generasi "Lilmuttaqina Immama."

Untuk melihat foto silahkan tekan dibawah ini! 

Upacara kelas 6E


Rabu, 08 Oktober 2025

Stop Bullying


 "Pesan disampaikan bukan secara lisan saja tapi secara tertulis juga bisa," ujar ustadz Ali Sibra Malisi, S.HI saat lewat dan berhenti memperhatikan beberapa siswa menempelkan poster di mading depan kelas 6A. 

Tugas membuat poster tentang "Stop Bullying" dibuat dirumah dengan desain bebas. Alhamdulillah, diantara mereka ada pakai canva, hvs, karton, bahkan ada yang pakai kanvas. 

"Kalau kebetulan ada yang lewat dan membaca poster ini serta memahami tentang bullying, maka anak ustadz juga akan mendapat pahala," kata ustadz Bram menyemangati siswa sambil tersenyum. 

Desain poster yang beragam ini, sebelum dipajang harus dipresentasikan dulu di depan kelas. Diantara mereka ada yang tampil berani sehingga pesan tersampaikan. Walaupun ada yang gemetar tapi semua semangat dengan desain yang sudah dibuat. 

Karya yang menuntut kreativitas ini merupakan bentuk dari daya imaji yang tertuang baik secara visual maupun verbal. Alhamdulillah, semua senang apalagi karya ini terpajang di jalan yang selalu dilewati siswa, guru, bahkan orang tua. 


Senin, 06 Oktober 2025


A*ndai hari itu

N*iat tak bersambut

I*mpian tinggal kenangan

T*api takdir mempertemukan kita

A*sapun terajut berbuah karya


S*osok yang loyal

O*lah pikir pun bermakna

F*it and happy always

Y*a Illahi Rabbi

A*nugerahkan rahmat-Mu, for my bestie

🎂🎂🎂🍧🍧🍨🍨🍨🍹🍹🍹🍹🥗🥗🥗

Selasa, 01 Juli 2025

Jalan Sunyi Tapi Penuh Cahaya


Sekilas quotes yang berlatar pepohonan yang menjulang tinggi terkesan sepi dan berkabut diguyur hujan. Hanya sunyi, dingin, serta detak jantung yang setia sembari menapaki jalan beraspal. 

Waktu boleh berlalu, cuaca boleh menemani namun satu kata untuk Pecinta Tarbiah, hidup hanya sekali maka ukirlah agar hidup bermakna bagi diri dan orang lain. 

Berjalan sendiri itu tidak gampang, namun saat berjalan di tengah kesunyian bisa menghadirkan sesuatu yang membuat kita ingat akan Pencipta. Betapa Allah sangat mencintai dan menyayangi hambanya. 

Sebagai manusia kita selalu berharap yang terbaik. Terkadang abai akan hal-hal kecil yang membuat semua tak sesuai harapan. Terlepas dari ketidak sempurnaan kita sebagai manusia. Ternyata hal yang dianggap kecil bisa menjadi tembok pembatas dari rahmat Allah.

Laksana permen yang dibungkus. Isinya dengan segala varian rasa akan mengunggah selera. Contoh ini hal yang sepele yaitu antara permen dan bungkus. Tanpa kita sadari dalam kehidupan bungkus itu ibarat tabir yang dibuka untuk mendapatkan kenikmatan. Tembok atau tabir inilah yang tanpa kita sadari ada dalam diri kita. 

Bersyukurlah saat kita bisa membuka tabir dengan menghadirkan Allah sebagai Penguasa Ragat Raya. 

Adapun tips dalam tarbiah : 

1. Berpikir positif (positif thingking) 

2. Jaga perasaan dari suudzon, takut, cemas, dll

3. Jangan melakukan perbuatan dosa

Nah, untuk memudahkan semuanya kita harus bersabar agar cahaya menjadi pelita menuju kenikmatan abadi. 





Sabtu, 31 Mei 2025

Birunya Gaunku

 

Biru memang warna kesukaanku dari dulu. Bahkan setiap memlih bahan hatiku selalu terpikat dengan warnanya. Sampai aku berpikir sampai kapan aku menyukai warna biru. Bukan aku tak terpikat dengan warna lain, sepertinya ada sesuatu makna yang tersembunyi. 

Kenapa aku sampai senyaman itu dengan sibiru? Ibarat alam takambang jadi guru, begitu pepatah yang sering terucap di kalangan tetua dahulunya bahkan sampai sekarang. Ada filosofi dari Yang Maha Kuasa, ketika alam terbentang berpayung langit biru. Luas dan tak berbatas tentunya. 

Warna biru apabila berpadu dengan warna yang lain juga akan membuat hidup lebih bersemangat penuh gairah. Ada sensani yang sulit untuk diungkapkan tapi bisa menimbulkan inspirasi dalam berkarya. Terkadang imajinasi pun melanglang buana seantero jagat raya. Inilah yang menyatukan pikiran melewati jemari di berbagai media. 

So sweet jadinya, because aku bisa melepas gerak hati sebagai ungkapan terindah. Bagai self healing setiap saat hatipun terpelihara. Terpelihara di ruang kalbu, hanya Sang Pencipta tempat merindu. 


Kau Adalah Permata

Duri, 31 Mei 2025

Hujan pagi tak menghalangi acara Wisuda Al Quran dan Pelepasan siswa kelas 6 di gedung Lancang Kuning komplek PT PHR Duri. Setelah sambutan dari ustadz Ali Sibra Malisi, S.HI, Ms Anita Sofya, S. Pd. Ing, M. M, Bu Helen Handayani, S. E dari ketua komite, serta Bapak Rommy Oetama Poetra, S. T dari pengurus Yayasan Mutiara. 

Setelah pembacaan ayat suci dan sari tilawah, acarapun dilanjutkan dengan doa khatam dari hati yang paling dalam sehingga hadirin tak kuat menahan air mata. Apalagi Senandung "Aku Cinta Quran," menyeruak di ruang yang tertata dengan kombinasi latar bercorak ukiran batik berona merah hati. 

Ketika tatakan kursi bernuansa hitam diduduki para guru dengan dres code biru serta songket senada, duduk sejajar deretan kursi siswa dan orang tua.  Tentu suasana yang melambangkan rasa nyaman. 

Bersimpuh di hadapan orang tua, memohon redho atas cucuran keringat atas keiklasan yang diberikan. Mohon doa restu untuk menggapai cita-cita agar menjadi anak yang berbakti dan membanggakan. Pemasangan mahkota sebagai tanda kasih kepada ayah dan ibu. Dengan menjadi penghafal Quran, sebagai hadiah dalam menghafal ayat-ayat Allah. Walau pun mahkota ini bukanlah yang sebenarnya tapi di akhirat kelak inshaaAllah mereka akan persembahkan mahkota yang cahayanya melebihi cahaya matahari, ucap zdah Elyasnida saat memandu acara dan berujar,"Ya Allah jadikan hafalan alquran ini sebagai penolong kami, "di akhirat kelak. 

"Sholallahu ala mohammad, Salallahu alai, wassalam.... " , lirik syahdu dari tiem nasyid sebagai hiburan yang penuh makna. Menyambut acara ke dua pelepasan siswa kelas enam. 

Jadilah kakak sebagai murid yang tekun dan berbakti kata sambutan dari Aiman Rusdi perwakilan siswa melepas kakak tercinta. M. Zaki dalam pidato perpisahan juga berpesan untuk menjadi yang terbaik, amalkan kebaikan yang telah dipelajari. Berpmimpilah setinggi mungkin, iringi dengan doa, dan jangan berputus asa. Hormati orang tua karena tanpa mereka kita bukan apa-apa. Ini adalah awal dari perjuangan kita untuk selanjutnya. Tetap semangat, semoga sukses di masa depan. 

Dalam penyerahan siswa ke orang tua ustadz Ali Sibra Malisi menyampaikan pesan haru kepada orang tua apabila ada kekhilafan kami dalam mendidik siswa mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga ilmu yang sudah dipelajari bermanfaat. Dilanjutkan ucapan terimakasih dari wali murid yang diwakili Bapak Romi mengatakan, kalaulah enam tahun yang lalu kami menempatkan anak kami di sekolah yang salah mungkin anak kami tak seperti ini. Sekarang mereka pandai mengaji dan sholat yang tak pernah tinggal. Beliau juga mengucapkan rasa syukur atas ilmu yang telah di berikan ustadz dan ustadzah. 

Dengan mengucapkan Bismillah dengan secara simbolis Ms Anita Sofya membuka topi berlambang Tut Wuri Handayani sebagai tanda serah Terima dengan orang tua. Penyerahan ini dilakukan oleh tiga kepala sekolah dengan masa jabatan yang berbeda yaitu ustadz Ahmad Syarwani, S. Pd. Ing, Ms Anita Sofya, S. Pd. Ing, M. M, serta ustadz Ali Sibra Malisi, S. HI

Alhamdulillah, setelah pengumuman berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik serta poto bersama acara ini pun  ditutup oleh ustadz Nanda dan ustadz Fajar sebelum  azan zhuhur berkumandang. 

Kau Adalah Permata

Mengingat saat  kau mengeja 

Apalagi saat jemarimu mengukir lambang

Sampai kau temukan makna 

Saat kulihat 

Kau berlari ceria

Bercengkrama dengan sesama 

Apalagi saat kau bergelayut, merajuk, bahkan saat kau lemah tak berdaya

Masa itu berlalu begitu cepat

Kini kau telah beranjak remaja

Bisa berceloteh apa saja

Tapi bukan asal bicara

Ada makna penuh gelora

Ingat janji kita beramal sholeh untuk selamanya

Dunia hanya sementara

Pancarkan kilau permatamu

Tanda kita pernah bersama

Janji Allah bagi hambanya 

Syurga Firdaus imbalannya









Lolos Seleksi Tahap 1

Sebanyak 109 orang guru lolos dari 679 lebih guru yang mendaftar untuk mengikuti seleksi guru Penyala Literasi Nasional yang diadakan PILFES...