Selasa, 04 Agustus 2026

Ruang Waktu

 Ruang Waktu

Udara boleh memanas 

tapi tidak dengan hatiku

Siang merona bersimbah peluh

Itupun tak menghalangi langkahku

Hasrat hati masih menggebu

Namun raga tak sekuat dulu

Masih ingin ku teguk nikmat

Tapi sendi berkata aku butuh sesuatu

Di sini angin masih setia

membelai merayu dan bercanda

Semoga ruang waktu penuh cinta 

Pada Sang Pemilik Jiwa


 


BPI kelompok 5

Pertemuan ke-3

Materi      : Aqidah 

Pemateri : Ms Anita Sofya


Firman Allah dalam surat Athur : 35-36

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَ

am khuliquu min ghoiri syai-in am humul-khooliquun

"Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"

(QS. At-Tur 52: Ayat 35)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَمْ خَلَـقُوا السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَ

am kholaqus-samaawaati wal-ardh, bal laa yuuqinuun

"Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)."

(QS. At-Tur 52: Ayat 36)


Pondasi mengimani secara sadar. 

Lima dalil menguatkan aqidah:

1. Dalil Fitrah: Manusia sejak di alam ruh sudah mengenal Allah. Al A'raf : 272-173

Tulang punggung merupakan pusat susunan saraf bagi manusia. 

2. Dalil indrawi, terkabulnya doa. QS Al Anbiya : 76

Selamatnya nabi Nuh dari banjir besar. 

Al- Anfal : 9

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَا سْتَجَا بَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَ لْفٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ

iz tastaghiisuuna robbakum fastajaaba lakum annii mumiddukum bi-alfim minal-malaaa-ikati murdifiin


"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."


* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Kisah beberapa orang nabi

3. Dalil Akli, yang ditolak akal. a. Sesuatu ada tanpa diciptakan b. Sesuatu yang menciptakan sendiri. c. Tercipta tanpa asal usul. 

4. Dalil Nakli, dalil dari wahyu. Berupa al quran dan hadis. An Nisa : 82,Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰ نَ ۗ وَلَوْ كَا نَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَا فًا كَثِيْرًا

a fa laa yatadabbaruunal-qur-aan, walau kaana min 'ingdi ghoirillaahi lawajaduu fiihikhtilaafang kasiiroo


"Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya."


 Al-Baqarah: 217.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَـرَا مِ قِتَا لٍ فِيْهِ ۗ قُلْ قِتَا لٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَ کُفْرٌ بِۢهٖ وَا لْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ وَاِ خْرَا جُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَا لْفِتْنَةُ اَکْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَا لُوْنَ يُقَا تِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْـنِکُمْ اِنِ اسْتَطَا عُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ کَافِرٌ فَاُ ولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

yas-aluunaka 'anisy-syahril-haroomi qitaaling fiih, qul qitaalung fiihi kabiir, wa shoddun 'ang sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haroomi wa ikhrooju ahlihii min-hu akbaru 'ingdalloh, wal-fitnatu akbaru minal-qotl, wa laa yazaaluuna yuqootiluunakum hattaa yarudduukum 'ang diinikum inistathoo'uu, wa may yartadid mingkum 'ang diinihii fa yamut wa huwa kaafirung fa ulaaa-ika habithot a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa-ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun


"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.""


5. Dalil Sejarah, banyak pelajaran kehancuran suatu kaum. Ali Imran: 137 . Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ ۙ فَسِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَا نْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ

qod kholat ming qoblikum sunanung fa siiruu fil-ardhi fangzhuruu kaifa kaana 'aaqibatul-mukazzibiin


"Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)."



Yusuf : 111. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


لَـقَدْ كَا نَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ ۗ مَا كَا نَ حَدِيْثًا يُّفْتَـرٰى وَلٰـكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

laqod kaana fii qoshoshihim 'ibrotul li-ulil-albaab, maa kaana hadiisay yuftaroo wa laaking tashdiiqollazii baina yadaihi wa tafshiila kulli syai-iw wa hudaw wa rohmatal liqoumiy yu-minuun


"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."


Itulah lima dalil untuk meningkatkan keimanan kepada Allah.


 Tugas pribadi :

Pilih salah satu dalil untuk disampaikan kepada siswa untuk menguatkan pondasi mereka untuk meningkatkan keimanan kepada Allah.

Geliat Mutiara

"Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita 

Hari merdeka nusa dan bangsa, 

Hari lahirnya bangsa Indonesia, 

Merdeka, sekali merdeka tetap merdeka"

...... 

Lirik yang penuh semangat dinyanyikan siswa kelas 5 SDS IT Mutiara yang terdiri dari lima rombel. Senin ini mereka tampil dalam acara apel pagi di lapangan upacara. Berpakaian merah putih lengkap dengan rompi serta ada kacu warna merah putih diikat di kepala. 

Acara yang dipandu Maulidya dari kelas VD, menampilkan:

1. Yel-yel dari masing-masing kelas

2. Nyanyi 17 Agustus

2. Shalawat Asyghil

3. Mujizat Lima Nabi

4. Sistem pernafasan dan alat-alat pernafasan. 

5. Atraksi pencak silat

Penampilan ini merupakan pertama kali bagi kelas lima di tahun ajaran baru. Walau waktu untuk latihan diselingi jam pelajaran, Alhamdulillah, mereka tampil percaya diri dihadapan Kepala Sekolah Bapak Ali Sibra Malisi, S. HI, majlis guru, dan siswa dari kelas satu sampai kelas enam. Bahkan ada juga orang tua yang menyempatkan diri untuk menyaksikan acara ini sebagai bentuk suport yang luar biasa untuk mendukung kegiatan yang ada di sekolah. 

Ibarat Peribahasa mengatakan, "Sekali merangkuh dayung dua tiga pulau terlangkau." Materi yang dibawakan dalam acara ini merupakan wujud nyata dari praktek baik dalam pembelajaran baik akademik maupun non akademik. Kegiatan ini merupakan cerminan dari satu bulan belajar di kelas lima dan pembelajaran di kelas sebelumnya. 

Bukan hanya sekedar tampil tapi ada budaya yang mendorong untuk tetap semangat dalam belajar. Budaya ini dapat melatih pembiasaan baik untuk mengisi kemerdekaan yang diperoleh penuh perjuangan dari pahlawan bangsa. 

Secara ukhrowi mengucapkan syukur pada Illahi atas limpahan rahmat serta hidup penuh berkah demi terwujudnya generasi Rabbani yang diredhai Allah. 

Pembelajaran penuh makna dengan kesadaran yang menimbulkan rasa senang dalam melakukan kegiatan yang penuh kreativitas, menjadikan penampilan ini sebagai motivasi bagi siswa untuk tampil lebih baik di masa mendatang. 


Sabtu, 25 Juli 2026

Seru dan Asyik

Waktu berjalan begitu cepat, udara yang panas hingga keringat menyeruak dari ruang pori-pori. Setelah penyerahan tanda mata dari ustadz Bram kepada pihak perpustakaan serta sesi foto bersama kami pun menuju bus yang terparkir di belakang perpustakaan. Ada kenangan yang tersimpan di gawai. 

Ayo, naik bus! Suasana kota terlihat rapi dan bersih. Sepanjang jalan menuju Tenayan Raya ada pasar tradisional. Ragam cemilan dan minuman sangat menggoda. Rasa ingin menyuruh sopir untuk berhenti. Ada kelapa muda, ujarku pada bu Eka. Kulihat bu Eka hanya tersenyum. 

Bus pun terus melaju dari jauh pohon-pohon tinggi di Agro Wisata Pelangi mulai terlihat. Jalan yang berliku menuju lereng. Satu persatu sudah sampai dan kamipun turun. Ada lima orang pemandu sudah siap menunggu. 

Setelah berbaris menurut kelas maka pemandu mengarahkan untuk foto bersama dan istirahat di saung yang sudah disediakan untuk meletakan perlengkapan dan makan bersama. Setelah makan, azan zuhur pun berkumandang. Sesuai kesepakatan maka semua sholat di mushalla kecil di area wisata. 

"Ayo, adik-adik kita kumpul di depan pentas, " ujar kakak pemandu melalui toa. Suara musik menyeruak disetiap sudut area. Acara demi acara sudah disiapkan para pemandu. Mulai dari senam bersama. Dilanjutkan dengan permainan jemput teman dan berhenti di saat musik nyala. Semua berjoget sesuai irama. Ketika musik dimatikan maka harus siap untuk menjemput teman dan pegangan di pinggang teman tidak boleh terputus. Ada teriakan, ada tawa, serta rasa geli. Walau hujan mulai turun permainan ini akhirnya selesai. 



Permainan kedua dengan memegang seutas tali terpaksa dihentikan karena hujan semakin deras. Namun kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh Shulthon, Rahmat, Raditya, Dega, serta Rayyan untuk bermain di Istana. Walau sudah dipanggil mereka tetap bermain sambil menghempaskan badan di balik di balik di dinding  yang terbuat dari plastik. Air hujan yang sangat deras membuat tantangan tersendiri sehingga istana meliuk-liuk seakan mau roboh. 

Selang berapa lama hujan pun mulai berhenti. Semua murid diarahkan menuju kebun anggur yang ada di lorong. Setelah duduk berbanjar permainan selanjutnya adalah mengambil tepung dengan kertas yang telah dibagikan. Ketika musik dihidupkan tepung diambil dengan kertas yang ada di mulut lalu membagikan kepada teman. Rahmat sebagai ketua kelompok sudah mengambil tepung dan membagikan kepada Zidan, Dega, Raditya, Abyan, Album, Khauri, dan Shulton. Sebelum dibagian ada aja tingkah mereka. Ada yang mengambil tepung dan membedakan di muka teman. Sehingga tepung yang semula banyak hanya seujung kertas yang sampai ke teman yang terakhir. Bisa dibayangkan tepung yang tertiup bisa tumpah dalam sekejap sedangan di ujung sana ada wadah yang disediakan untuk menampung tepung. Yang dapat mengumpulkan tepung terbanyak, itulah pemenangnya. 


Kegiatan selanjutnya adalah yang paling seru yaitu lengkap lele di kolam yang berlumpur. Giliran pertama anak perempuan. Anak laki-laki melihat cara budidaya tanaman sayur. Yang berada di sebelah kiri kebun lengkeng yang beberapa waktu lalu sudah dipanen. 

Di tepi kolam kakak pemandu memasukan lele sebagai tanda acara dimulai. Suasana mulai meriah, ada yang berteriak karena geli, ada yang di dorong temannya untuk masuk. Di tepi sana juga ada syifa dan Hafizah yang enggan untuk masuk sesekali kakinya sudah menyentuh air kolam tapi karena enggan atau geli ditarik lagi. 

Suasana semakin ramai kini yang semula enggan sudah berada dalam kolam. Ada yang benar-benar total bermain lumpur dan yang yang terduduk karena tersenggol teman ada Nissa, Aurora, Zahra, Malika, Salamah, Melisza, Faiqa, Dan Quinsha. Serukan!  Akhirnya semua rasa tumpah ruah bergelimang lumpur demi menangkap lele. 


Setelah bergantian dengan anak laki-laki. Semua ke luar dari kolam membersihkan lumpur kran air terus menuju kolam renang yang berada di tepi kebun cabe melewati gapura tanaman labu yang sudah tak berbuah lagi. Sesekali aku membidik dengan gawai di tangan. Di tepi kolam bu Sulis dengan senang hati berenang sambil bernyanyi asyik. 

Untuk lebih bersih lagi maka berenang lagi di kolam kedua yang berada dekat kolam lele. Begitu juga dengan anak laki-laki. Semua senang melompat dan berenang bersama. Hampir dua jam bermain dengan air. Terkadang mataku lepas menyelidiki tingkah mereka. Maklum membawa mereka jauh dari orang tua membuatku sedikit lebih hati-hati. Hanya doa yang sering terlontar semoga ada hikmah dalam perjalanan ini. Setelah semua keluar dari kolam, lalu mandi dan tukar pakaian. 

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pembagian hadiah dari beberapa permainan. Masing-masing kelompok dapat hadiah. Serta medali untuk walas serta ustadz Bram. Sebagai oleh-mereka dapat sebungkus sayur organik. Alhamdulillah. 

Ini hadiah untuk ibu, kata Aurora sambil menyodorkan beberapa bungkus cemilan. Hadiah lomba, kata Aurora. Terimakasih, ucapku sambil tersenyum. Hari sudah sore, di luar kaca mobil lampu jalanan menghias setiap sudut kota. Warna orange di langit berangsur tenggelam. Waktu mulai merayap dan magrib pun tiba. Sholat di Mesjid Al Husna adalah pilihan tepat karena menuju kota Duri melewati tol  sekitar satu jam. 




Rabu, 24 Juni 2026

Seru dan Asyik





Minggu, 7 Juni 2026
Halte Bus Komplek PT PHR Sebanga masih sunyi karena hari masih pagi. Udara terasa dingin dan lampu-lampu masih menyala. Hari ini murid kelas 6 SDS IT Mutiara berkumpul di Gedung Lancang Kuning untuk mengikuti Field Trip ke Pekanbaru dengan tujuan Pustaka Daerah dan Agro Wisata Pelangi. 
Waktu menunjukan jam 06.30. Parkiran mobil masih kosong hanya ada beberapa orang tua yang mengantar anak berdiri di koridor. Dzah, mobil belum ada? tanya salah seorang di antara wali murid. Maaf, mungkin mobilnya masih di perjalanan, jawab ku sambil tersenyum. 
Tak berselang lama notif gawai ditanganku berbunyi pertanda ada pesan masuk. Di grup, ustadz Eri mengabarkan mobil sudah "otw" dari gate 3. Sekitar jam 06.45 lima mobil pariwisata pun memasuki lokasi. 
Di depan gedung murid dan ortu sudah ramai datang dengan ragam kostum kelas. Mulai dari 6A sampai 6E. Semua tampak bersemangat. Sambil membawa tas yang berisi perlengkapan mulai dari baju ganti, peralatan mandi, serta makanan ringan. 
Setelah berkumpul berdoa dan mendengarkan arahan dari ustadz Bram, semua siswa beserta pembimbing naik ke bus berdasarkan lot yang sudah dicabut walas 6A Bu El bus 01, 6B Bu Isra bus 02, 6C Bu Nel bus 03, 6D Dzah Met bus 04, dan 6E Bu War bus 05. 
Keberangkatan bus demi bus diringi lambaian tangan serta tawa dan senyum bahagia. Dalam hitungan menit kami pun sudah melewati Taman Kasuwarina serta bundaran dengan icon tambang minyak bumi dan mobil pun melaju di lereng menuju gate satu. Pemandangan pagi yang cerah saat kami meninggalkan kota Duri. Laju kendaraan sedikit terombang ambing karena struktur jalan yang bergelombang. Namun karena stelan musik yang menyatu dengan jiwa seni satu persatu bakat pun bermunculan ada yang menyanyi ada yang bergoyang. 
Melewati gerbang tol Duri-Pekanbaru, kami murajaah surat Al Kautsar dan surat An Naba. Sepanjang jalan kiri kanan dipenuhi tumbuhan sawit. Jalan yang sedikit bergelombang membuat laju mobil juga ikut bergoyang. 
Setelah melaksanakan sholat dhuha, kami pun menuju pustaka daerah di kota Pekanbaru. Kebetulan pagi ini suasana kota terlihat lengang dari kendaraan, karena Car Free Day. Di sepanjang jalan menuju perpustakaan banyak pedagang keliling berjualan. 
Memasuki gerbang kami sudah disambut lambaian tangan dari team perpustakaan. Suasana nyaman di sekitar lingkungan, ada hiasan relief di dinding. 
Dengan latar perpustakaan yang tinggi dengan dua tiang penyangga kami pun di arahkan untuk foto bersama mulai dari siswa juga team pendamping serta petugas perpus. Ada arahan untuk tersenyum, salam literasi dan gaya bebas dari setiap bidikan kamera. 
Puas bergaya kamipun lanjut masuk dan mendengarkan arahan dan tata tertib saat berada di perpus. Di lantai dua juga diberi informasi tentang cara mencari buku serta letak buku yang dicari. Dari semua arahan terlihat perpustakaan sudah terkoordinir dengan rapi. 
Di sudut ruang juga terdapat ruang yang disediakan untuk pembaca bahkan juga ada ruang kaca bagi yang ingin diskusi atau bedah buku bersama. Suatu kemajuan yang sangat berarti bagi pengunjung. Ada rasa nyaman dan aman digunakan untuk membaca serta mencari referensi bagi tugas dalam belajar. 
Untuk kali ini kami datang hanya ingin mengenal perpus dan melanjutkan melihat dan membaca di ruang baca. 





Menjelang zhuhur kami pun melanjutkan perjalanan menuju wisata Agro Pelangi di Tenayan Raya. 
Mau tahu keseruan, tunggu di blog selanjutnya💦💚💗

Yang Penting Ketenangan

Pagi ini cuaca tenang. Sinar sang surya terlihat tak secerah biasanya. Sinar yang temaram, mendung menyelimuti. Di jalan beton tampak lalu lalang kendaraan dengan segala tipe. Ada obat gatal kata wanita paruh baya mendekatiku sambil melibatkan tangannya gatal. Ibu mau salaf yang warna hijau, tanyaku. Ia pun mengangguk. 

Selesai pembayaran si ibu mengutarakan harga minyak tanah yang tak seperti biasanya sambil menunjuk dirigen isi lima liter. Harganya naik setiap minggu, katanya dengan nada berat. Ibu masak pakai kompor minyak? tanyaku penasaran. Iya aku takut pakai kompor gas, liriknya sambil tersenyum kecut. Aku juga dulunya takut bu, tapi sekarang tidak lagi. Kataku menyemangati. Dalam hati aku berharap ibu bisa terpengaruh dengan ucapanku. Karena lima liter perminggu cukup menguras kantong untuk sebulan. Sambil tersenyum ibu menjawab yang penting kenyamanan. Mendengar jawaban si ibu akupun tersenyum. 

Sabtu, 09 Mei 2026

All you need is last

 Kurangi Segalanya kalau ingin sukses

1. Kurangi stress yang tidak perlu. (Ngaji,zikir,olah raga, jalan santai dll.beri penghargaan buat badan. 

2.Kurangi pikiran yang tidak perlu. 

3. Kurangi beli barang yang tidak perlu. 

4. Bergaulah dengan orang yang lebih dari anda 

5. Kurangi kawatir yang tidak perlu. Anda adalah apa yang anda pikirkan. 



PANTUN 


Bunga telang dekat buluh

Bunga melati melilit batu

Kami datang dari jauh

Maksud hati menjemput menantu


Songket bermotif pucuk rebung

Pakai tajak duduk bersila

Muda kreatif berhati lapang

Berkata bijak beradat pula


Talam berisi singgang ayam

Budaya negeri minang kabau

Sudah tradisi kearifan alam 

Tanda diberi semua terpukau


Tepak berisi ramuan sirih

Dikunyah sepat bibir merona

Iman diisi pikiran jernih

Tangan dijabat keluarga terbina


Getah gambir dalam cetakan

Simpan di kaleng agar terjaga

Karena takdir Allah jodohkan

Semoga langgeng sampai ke syurga

Pantun Majlis

 

PANTUN MAJELIS MENJEMPUT PENGANTEN

Oleh : Rustia Warnida


Bunga telang dekat jerami

Bunga melati dalam taman

Kami datang untuk bersilaturahmi

Sambutlah salam tanda seiman


Burung kenari makan semangka

Paruh menyeruput tanda kehausan

Kami kemari berhati suka 

Menjemput pengantin naik pelaminan


Pompang ditabuh bersahutan

Berdendang riang si anak negeri

Tepak ditaruh adat dijalankan

Makan jenang wajah berseri


Buka kantin jam delapan

Beli ketan makan sendiri

Pakaian pengantin kami antarkan

Pembalut badan raja sehari


Banyak lebah di batang kenari

Madu lengket manis rasanya

Pengantin gagah wajah berseri 

Pakai songket bertanjak pula


Buah jarak dekat jembatan

Buah durian rasa matoa

Pengantin diarak menuju pelaminan

Mohon doa restu orang tua


Duri, 7 April 2026


Minggu, 26 April 2026

Makan Berhidang Budaya Melayu Riau


Mutiara, 24 April 2026 seluruh siswa kelas enam SDS IT Mutiara mengikuti ujian praktek "Makan Berhidang  Budaya Melayu Riau." seperti pribahasa Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Sebagai ujud nyata dari pembelajaran BMR untuk memperkenalkan budaya untuk generasi Rabbani. Tentu pembelajaran ini merupakan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai warga asli Riau maupun sebagai warga dari daerah lain yang berdomisili di Riau. 

Praktek makan berhidang tentu tak lepas dari cara makan serta sopan santun makan bersama baik bersama teman, guru, serta tim penilai. Bu Yusnidar sebagai guru BMR beserta bu Mintowati, bu Yurismawati, dan bu Bella menilai dengan kriteria adab makan, tata hidangan, dan kelengkapan menu. 

Kelas enam yang berjumlah lima kelas dibagi menjadi tiga kelompok perkelas. Adapun sajian dari setiap kelompok menampilkan beragam menu khas Melayu diantara ada makan pokok, aneka sambal seperti asam padeh patin, gulai patin, ikan baung goreng, gulai nenas, pais ikan, sambal terasi, goreng ayam dan lain-lain. Menu ini juga dilengkapi aneka sayur, urap, serta kue seperti kue bolu kemojo, kue asidah, roti jala,  minuman air mata penganten, laksamana mengamuk, serta buah-buahan. 

Dalam setiap kelompok ada ketua yang akan menjelaskan ragam menu yang terhidang. Bahkan setiap anggota juga harus menunjukan skill tentang makan yang disiapkan. Ada kemampuan mengungkap pikiran dan perasaan yang mengasah daya kreativitas di depan orang lain. Seperti mempersilahkan majlis dalam menyantap hidangan dengan berpantun. Keahlian ini bisa muncul dengan latar suasana yang menyenangkan. 

 Jalan-jalan ke Padang                                              Pulang-pulang bawa jerami                               Marilah kita makan berhidang                                   Untuk mempererat tali silaturahmi

Kegiatan ini juga tak lepas dari sinergi sekolah bersama orang tua. Ada rasa senang dari raut wajah yang menunjukan betapa antuas bahkan juga ikut hadir di sela kesibukan. Kerjasama dalam menyiapkan peralatan, bahan, sampai tata letak hidangan. Sebagai bukti bahwa anak juga bisa belajar dari orang tua tentang ragam budaya di lingkungan tempat tinggal. 

Alhamdulillah, semua anak merasa senang dengan adanya makan berhidang. Mereka mengerti cara duduk, mengambil makanan, mencuci tangan, serta sopan santun dalam makan. Pada kesempatan ini hadir Kepsek yaitu ustadz Ali Sibra Malisi S. HI bersama rombongan seperti Ms Anita Sofya, S. Pd, Ing.M.M, Ustadz Ahmad Syarwani, S. Pd ing, bu Siski Yuliant Rina, S. Si, M. M ,Bu Dra. Gusni Eliza, beserta bu Indriani, S, Si. Setelah mencicipi makanan beliau mengucapkan terimakasih dan menyampaikan apresiasi semoga pembelajaran ini bisa membawa hikmah, serta rasa syukur terhadap Allah SWT. 

Rabu, 15 April 2026

Perahu Terbalik



Kepulangan astronaut dari luar angkasa menambah kesan takjub yang luar biasa atas kuasa Sang Pencipta. Misi beresiko tinggi, mereka berhasil memecahkan rekor bahwa manusia bisa melampaui titik terjauh dari bulan setelah puluhan tahun adanya penelitian. 

Dari bidikan kamera ada planet biru sedang mengorbit. Itulah bumi yang merupakan setitik debu di lautan kosmik yang tak terbatas. Bergerak di antara planet raksasa. Ini bukti bahwa alam semesta yang memiliki imajinasi yang jauh lebih besar dari imajinasi manusia terliar sekalipun. 

Dalam Surat Ad Dhuha Allah bersumpah, 

 Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringnya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta pembinaannya ( yang menakjubkan). 

Bumi yang terlihat seperti perahu terbalik menghias ruang angkasa. Dengan hiasan biru muda. Ada malam yang menyelimuti. Betapa indah ciptaan-Mu ya Illahi Rabbi. Tak lepas mata memandang, tak kuat rasa untuk memikirkan kecuali hanya rasa syukur yang terus bergejolak. Sebagai tanda cinta yang tak akan habis walau berpisah nyawa dari raga. 

Sebagai makhluk teristimewa, engkau ciptakan hamparan yang menakjubkan bagi yang sanggup berpikir. Dunia yang fana itu penuh riak gejolak nafsu tapi terkadang manusia teristimewa itu sering tak sanggup mengambil hikmah dari ciptaan-Mu. 

Bagai malam tanpa bulan, itulah pribahasa yang menggambarkan ketika suasana hati hampa. Hati sebagai ruang kendali apakah kita masih layak sebagai manusia teristimewa atau malah lebih hina dari binatang. Semua terpulang bagi pribadi yang menganggap diri tak berarti tanpa redha dari Pencipta alam semesta. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَسَبِّحْ بِا سْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

 Fasabbih bismi robbikal-'azhiim

"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 74)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Rabu, 11 Februari 2026


Mutiara, 11 Februari 2026. Wajah tua yang termakan usia berdiri di pintu. Memandang tamu asing yang tak dikenalnya. Beberapa kali diyakinkan kalau kita pernah bersama menikmati udara sejuk di bukit Mutiara. Namun beliau tetap menolak dikunjungi. Pakaianku kotor, pergi sana.... Itulah cerita dari bu Ratnawilis bersama rombongan guru yang sudah purnabakti. 

Sosok yang hangat dan disegani tentunya. Dimasa itu mutiara masih mencari murid untuk diajar. Bahkan mutiara tidak pernah menolak murid yang tinggal kelas di tempat lain untuk diterima. Diantaranya ada bekas preman pasar dan ada juga yang beda agama. 

Beliau adalah Bapak Ajiz Ruslan, karena jasa beliaulah mutiara bisa kita nikmati dan megah seperti sekarang. Waktu itu beliau ditemani Bu Wahdiar Wahid (almh), mereka selalu mencari solusi demi kemajuan mutiara. Inilah cerita yang kudengar dari bu Elwati sebagai guru senior. 

Bapak Ajis adalah sosok yang selalu menjadi teladan yang tak segan memungut sampah sehingga para murid juga ikut tanpa diperintah. Berpakaian rapi dengan sepatu yang mengkilap. Apalagi sisir rambut beliau juga sangat rapi, ujar  dzah Met mengomentari. Seakan semua kenangan masih terbayang. 

Ada suatu harga yang tak bisa dibalas dengan apapun. Kenangan yang terukir adalah saksi bisu, secuil perjuangan masa lalu Bapak Ajiz. Mudah-mudahan Allah redha dengan berbalas surga Firdaus. Aamiin

Alhamdulillah, saat ini kita masih mengenal sosok yang begitu berarti. 

Sehat selalu Pak Ajiz, terimakasih telah memberi kami peluang untuk menebar kebaikan dengan hasil tetesan keringat Bapak. 

 

Jumat, 23 Januari 2026

 


"Mati Rasa Meski Sayang Tak Kurang-Kurang"

Jangan bersimpuh di hadapan duka...........Hadapi segala ujian dalam kesulitan pasti ada kemudahan..... (Nasyid by Selasa Pagi) 

****

Gedung Lancang Kuning, Sabtu, 24 Januari 2026.

Kehadiran bapak atau ibu adalah berkah dari Allah, ujar ustadz Ahmad Syarwani, S. Pd. dalam sambutannya sebagai ketua panitia. "Sungguh acara yang sayang dilewatkan hanya orang pilihan yang bisa meluangkan waktu untuk hadir."kata ust. Ahmad lagi. 

"Agar perhatian tidak berujung penyesalan. Karena mendidik bukan hanya di dunia tapi juga untuk akhirat." Kata Ust. Emrizal saat memandu acara. Selanjutnya mempersilahkan  Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, S. Psi dengan materi yang menggelitik relung hati baik sebagai orang tua atau pun sebagai guru. 

Affluensa, menabung kegagalan dalam berinteraksi. Suatu kata yang membuat hati terkejut. Tanpa disadari, selama ini kita sudah merasa nyaman tapi tidak aman. 

"Tanda hari kiamat, jika seorang perempuan melahirkan tuannya(anak yang memperbudak orang tuanya)." Yang selalu mengiyakan anak dalam semua urusan dari kecil. 

Umur 7 tahun anak harus diberi pembatasan dalam urusan tempat tidur. Masa usia penting karena agar anak peka dan ada empati. Di usia 10 tahun harus dipisah. Jadi pola pengasuhan anak dari usia 2,7,10 tahun, harus mendapat perhatian khusus dalam meletakan pondasi yang kuat dalam pendidikan anak. Di usia ini anak harus dididik oleh guru yang sangat berpengalaman. 

Pola pengasuhan anak :

1. Anak lahir di atas fitrah, maka kita harus menjaga agar tidak menyimpang. 

2. Anak-anak yang memperbudak akan muncul karena kita menyelisihi tuntutan. 

3. Pengetahuan itu berbeda dengan pemahaman berbeda pula dengan keyakinan. Orang tahu tapi tidak mengamalkan. 

4. Unta yang membawa kitab di punggungnya. Kita perlu melatih empati anak. Jangan menukar kehadiran orang tua dengan uang, tanpa mempedulikan kewajiban anak. Jangan memberi sebagai ujud perhatian atau penukar agar affluensa ( berkembang identitas ditentukan berdasarkan uang) tidak berkembang. 

"Uang menuntut tanggung jawab. Bukan sebaliknya, tanggung jawab menuntut uang." 

Rusaknya empati karena bahasa, berikan penjelasan batasan yang jelas melindungi anak dari sikap merasa berhak. 

Rusaknya anak karena bahasa uang. Penundaan kepuasan adalah hal yang normal, bahkan ketika uang tersedia. Menurut keinginan anak menghalangi anak anak belajar mengendalikan keinginan dan menghambat kemampuan memahami prioritas. 

Kesulitan itu menempa dan memberi tantangan. Melatih lisan untuk bertanya hal hal esensial atau penting. Berikan pengalaman kepada anak. Sehingga muncul sifat Attabiat (Melatih kemandirian emosi anak). 

Kunci menjadi mukmin yang kuat:

1. Menyerahkannya semua kejadian kepada Allah. Jangan meratapi apa yang terjadi. 

2. Jangan mengajari anak untuk menyalahkan keadaan. 

Caranya medapatkan ilmu:

  • Zakatun
  • Hitsun 
  • Ijtihadun, kesungguhan
  • Dirham, uang 
  • Hikmah 'aliyah, motivasi yang tinggi, luhur dan niat shahiyah
Fungsi Bi'ah Sholihah:
1. Mengingat kan ketika lalai
2. Mengoreksi ketika salah
3. Mengokohkan pegangan ketika terpuruk/ditimpa fitnah. 

Tantangan sehari-hari
1. Melatih anak mengatur waktu, mengelola diri, mengenali resiko, dan menetukan prioritas. 
2. Anak terlatih memecahkan masalah sehari-hari tanpa menyebabkan frustasi. 
3. Empati yang hidup sangat membantu anak untuk hidup bersama orang lain:  masyarakat dan keluarga
4. Kepemimpinan yang baik memerlukan empati
5. Birrul walidan itu mutlak memerlukan empati

Anak yang terbiasa memegang hp di usia 13 tahun akan berdampak pada emosi walaupun yang ditonton adalah hal yang baik. Jadi tunggu anak berusia 18 tahun saat anak sudah paham dengan tanggung jawab. Main game satu jam sehari akan berdampak pada kesehatan seperti emosi tidak stabil dll. 




"Alhamdulillah, Ya Allah mudahkan kami menjadi orang tua yang bisa mendidik anak menjadi generasi Rabbani"
💦💦
"Jadilah Orang Tua Yang Tidak Pernah Mati Rasa, Karena Rasa Sayang Tak Pernah Habis"



Sesi ketiga: Guru Teladan Berdakwah Lewat Akhlak dan Keteladanan

QS 3: 159 : Karena disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut. 

Beda suara hati (tidak ada emosi) dan emosi (

Ilmu mendahului perkataan dan amal. Manusia ada 3 macam

1. Mengikuti yang viral, 

2. mengikuti kemana arah angin. Keburukan, termasuk orang yang salah paham, tidak diterangi cahaya ilmu. 

3 . Mengikuti tren, tidak memiliki pegangan yang kokoh. 

Tugas guru:

#Tanggung jawab guru memberikan ilmu yang bermanfaat, membantu tugas orang tua untuk lepas dari siksa neraka. 

#Guru itu bertugas transforming belief, attitude, goods deeds and comoetence. Sedangkan Teacher : transfering knowledge and skiil. 

#Mengantarkan anak kepada ilmu, semakin bertambah ilmu semakin kuat iman seseorang. 

Jika adab bagus, ilmu akan mudah melekat. 

Mendidikan adab tanggung jawab orang tua

Mungkin hari ini kita lelah, tapi hati tetap kuat. 


Kamis, 22 Januari 2026

 Sesi ke dua : Loyalitas Dakwah Guru, Bertahan, Bertumbuh, dan Berjuang

Kenapa tidak seperti yang diharapkan setelah berusaha. 

  • QS Al Ahzab : 21 Sungguh pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, bagi orang yang berharap rahmat Allah, 
  • Bagi kita wajib meneladani beliau dalam semua hukum. Kecuali perkara yang ditunjukan dalil syariat sebagai kekhususan bagi beliau. 
  • QS Muhammad : 4
  • QS Mumtahanah : 6
Belajar dari ayat- ayat uswah: 
  • Anak mengikuti dengan kesadaran, rela hati dan mengilmui. 
  • Sesungguhnya pada hal hal yang dikecualikan bagi orang tua yang tidak berlaku bagi anak. 
  • Salah satu aspek dalam mendidik anak dengan memberi teladan. 
  • Anak harus mengetahui payah dan pengorbanan kita. 
  • Cenderung mencontoh yang menyenangkan serta membawa kenikmatan dengan mudah. Muktadan : melakukan sesuatu dengan menghilangkan kebiasaan. Teladan : 
  • Tetapi bukan tidak ada jalan bagi orang tua menjadi model yang sempurna menjadi orang tua yang baik. 
  • QS At  : jagalah keluarga mu dari api neraka. 
  • QS Ali Imran : 159 , sekiranya kamu bersikap keras dan kasar, tentulah mereka menjauh darimu
  • Guru yang tajam lisannya akan dijauhi anak
  • Memperbaiki diri dengan beramaL sholeh di waktunya. 
Nasehat terpenting : Sabar terhadap yang dibenci, karena pertolongan Allah bersama kesabaran. Jagalah Allah, senantiasa Allah menjagamu. Ingat Allah diwaktu lapangmu, niscaya Allah akan mengingatmu di waktu sempitmu. 

Menanamkan iman dan sikap iman, adanya perintah yang terdapat dalam Al Quran:
1. Jagalah Allah.
2. La Tusrik Billah,dll
 
Pertanyaan: muhasabah diri, 
1. Sudahkah saya berupa ya untuk merubah siswa menjadi kuat dan berilmu
2. Apakah anak bersikap hormat kepada saya? 
3. Jika saya jadi siswa yang gurunya seperti saya apakah saya senang atau puas. 

Dalam memeriahkan Mutiara Festival 2026, YPIT Mutiara mengadakan beberapa acara Pelatihan Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Islam dengan tema " Menjadi Guru Pejuang Dakwah : Menyatukan Loyalitas, Makna & Keteladanan Pendidikan Islam." Setelah pembukaan dan kata sambutan dari ketua panitia dan ketua yayasan oleh Suminto. St, MMT. Selanjutnya penyampaian materi yang disampaikan oleh ust. Muhammed Fauzil Adhim, S. Psi. Beliau ahli konsultan, parenting anak islam. Paparan materi "Guru boleh lelah, tapi dakwah jangan luntur" dimulai dengan beberapa sesi : 

Sesi pertama :

Papan tulis menjadi mimbar, kelas menjadi arena juang. Maka siapkan mental sebagai pejuang dakwah, karena

  • Sesungguhnya dalam Kesabaran ada hal yang tidak diinginkan
  • Sesungguhnya Pertolongan bersama kesabaran
  • Bersama kenyamanan ada kesulitan
  • Bersama kesulitan ada kemudahan
Allahummar hamna bil quran, waj al hulana immama. Apapun yang dilakukan guru di kelas, ingatlah beberapa tahun ke depan. Kita harus bersungguh-sungguh dalam mengajar. Seperti saatnya "Hajar" berlari antara safa dan marwa yang membutuhkan kesungguhan. Sampai sekarang masih merupakan pembelajaran yang berarti. 
Ingatlah saat kita membungkus daya juang generasi menjadi mukmin yang kuat dari segala yang bermanfaat. Menyesuaikan diri di berbagai bidang walaupun dia tidak menyukai. Sehingga tidak menjadi generasi yang menyukai yang remeh-remeh. 
Jadi guru yang bisa menyiapkan generasi demi masa depan generasi. Bukan hanya urusan prestasi tapi ingatlah urusan dakwah. 
Guru dituntut untuk belajar yang sungguh-sungguh. Takutlah hanya kepada Allah atas tanggung jawab sebagai guru. Dakwah adalah investasi di masa depan. 
Nasehat agar tidak jadi pribadi yang rapuh : sesungguhnya ujian itu adalah takdir yang pasti, maka siapkan anak untuk menghadapi. Anak lebih membutuhkan pidback, bukan pujian. 

Rabu, 21 Januari 2026

Gebyar Mutiara Fair IX



Rabu, 22 Januari 2026
Arena Pentas Seni di lapangan SDIT Mutiara dipenuhi siswa dari kelas satu sampai kelas enam. Ini hari ketiga Gebyar Mutiara Fair ke-11 Hari pertama pembukaan serta Pelantikan Dokternya Kecil dan Tim Gerakan Disiplin Sekolah. Hari kedua penampilan pentas seni dari kelas 1,2, dan 3. Sedangkan hari ketiga, penampilan dari kelas 4,5, dan 6. 

Acara ini selalu ditunggu oleh siswa, dari awal  semester dua, semua kelas sudah merencanakan penampilan. Begitu juga dengan kelas 6E, semangat untuk latihan dari waktu yang diselingi pembelajaran. Tentu ini membutuhkan semangat dan kerja sama yang luar biasa. Mulai dari gerakan yang belum pernah dilakukan apalagi harus tepat dengan iringan musik. Namun semangat untuk menampilkan yang terbaik menjadi motivasi untuk tetap kompak baik secara pisik maupun spikis. 

Waktu yang ditunggu pun tiba. Sinergi dengan orang tua mulai dari persiapan pakaian, songket, ikat kepala, makeup, serta aksesoris  lainnya. Tampil di urutan ke tiga belas, membuat deg- degan. "Nanti tidak ada yang menonton kita," ujar Rayan saat menyerahkan  lot dengan nomor urut ke tigabelas. Kata-kata itu masih terngiang saat memandang mereka. Tapi dalam hati, ada suatu semangat yang meyakinkan untuk menjadi yang terbaik. 

Alhamdulillah, semoga ada hikmah yang berkesan sebagai pembelajaran yang mendalam. Apalagi dalam acara pentas Seni, ada kreativitas yang muncul sebagai penggalian bakat yang belum terasah secara konsisten. Apapun penampilannya bisa bermanfaat bagi kesehatan, seperti mendengarkan musik sambil bergerak juga bisa melatih daya konsentrasi, kreativitas, sosial, dan berpikir kritis. Sehingga timbul rasa senang membuat hati lebih tenang.  

Terimakasih untuk ananda tercinta dari 6E,
"Tinggikan Cita-Citamu, Setinggi Bintang di Langit!" 
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
  Abyan, Fatih, Degga, Khaury, Sulthon, Rahmat, Rayan, Kenzi, Khalid, Alby, Maher, Ziyad, Zidan, Raditya,
 Adeeva, Aurora, Syifa, Fatin, Faiqa,Hafizah, Khalifa, Malika, Salamah, Quinsha, Melisa, Nisa, Zahra. 
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦

Ya Allah, Mudahkan segala urusan kebaikan kami menjadi generasi Rabbani.                         Aamiin. ..... 

Rabu, 24 Desember 2025

Dia di Atas Segalanya

Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya. Kita mesti tabah menjalani. Hanya cambuk  kecil agar kita sadar. Adalah Dia di atas segalanya. Lirik Ebit Ge Ade yang bersenandung di video clip di tengah musibah yang meluluh lantakan negeri. Rimbun dedaunan tak lagi menari di tiup angin, burungpun enggan untuk menyilau dengan senandung pagi. Hanya Bulan dan Matahari yang selalu setia mengintip aktivitas segala makhluk di bumi. 

Hanya berdurasi beberapa menit, tapi mampu memutar ingatan untuk berhayal andai ini tak terjadi. Namun, semua sia-sia. Ketika alam tak lagi mau bersahabat. Akibat ulah keserakahan manusia yang tak terkendali. Demi memenuhi nafsu yang haus materi dan kesenangan sementara. Tapi tak mampu berpikir untuk hari esok ketika menghadap Sang Penguasa. 

Inilah gambaran manusia, demi hidup mewah. Tak peduli lagi pada sesama. Namun alam yang terlihat tenang mulai menggeliat. Menari membawa materi, seakan berkata" inikah yang kau inginkan? Hai pemuas nafsu. Hari ini silahkan kau ambil sepuasnya! Namun, manusia tak bermartabat itu lempar batu, sembunyi tangan. 

Seketika semua terdiam, diam seribu bahasa kala hati kecil menjerit. Hanya pasrah dalam derasnya arus, mengeliat dalam lumpur meregang nyawa atas ketidak adilan. Dari lubuk hati yang paling dalam aku bertanya, apakah ini akhir zaman? Wallahualam bissawab, hanya rahasia Illahi. Ya Allah, masukan kami ke dalam golongan hambamu yang beriman.

"Demi waktu, sesungguhnya manusia merugi, kecuali orang yang beriman, mengerjakan kebaikan, dan saling menasehati untuk kebenaran dan menasehati untuk kesabaran,"Firman Allah dalam surat Al-Asr 1-3

Sekolah Adiwiyata

 


Pekanbaru, 24 Desember 2025. 

Alhamdulillah....Penyerahan Piagam Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 Oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( DLHK ) Provinsi Riau Mewakili Gubernur Riau kepada SDS IT Mutiara Duri. Walau sudah tertunda beberapa kali, akhirnya Ustadz Ali Sibra Malisi, S.HI selaku kepala sekolah terpanggil untuk menerima anugrah yang sudah lama dinanti. 

Setelah melalui rentetan persiapan menuju sekolah Adiwiyata, seluruh guru dan karyawan SDS IT Mutiara akhirnya berbuah manis. Semua ini juga didukung dari lingkungan yang alami serta kinerja untuk menghijaukan lingkungan sekolah. Karena lingkungan dengan kadar oksigen yang bersih bisa membuat lancarnya proses pembelajaran. 

Dari sudut tata letak sekolah yang bernuansa islami dengan daya dukung infrastruktur yang memadai memang selayaknya SDS IT Mutiara meraih ini. Apalagi sekolah terletak di area komplek PT PHR Sebanga. Tentu hal ini juga berdampak pada sistem sekolah yang ramah anak dan lingkungan. Jauh dari keramaian dan kebisingan lalu lintas. 

Semoga hal ini menjadi momentum berharga bagi  sekolah yang berada di bawah naungan YPIT Mutiara dan berdampak signifikan dalam mewujudkan generasi Rabbani. Aamiin.... 



Cantiknya Mutiaraku





Jam sudah menunjukan 20.30, namun suasana senja seakan baru beranjak meninggalkan jejak sang surya ketika mengukir langit di batas cakrawala. Banyak kisah yang terukir saat lembayung senja mengintip di balik dedaunan, bahkan memberi cahaya kala menembus kaca, juga berkilau di atas genangan air saat hujan reda. 

Gawai ditanganku seakan siaga, ada pesan visual cantik hasil bidikan seseorang yang bernama Zaskia. Ada ruang lepas yang mengingatkan ku akan suasana penuh tawa, canda, serta sensasi penuh rasa. Berbagai pesona saat mengukir asa bersama generasi Rabbani. 

Baru beberapa hari menikmati libur semester ganjil. Jejak itu seakan tak mau lepas, apalagi saat menikmati ragam cerita bersama rekan tercinta. Kenangan itu terkadang menggelitik hati untuk tersenyum. Itulah nikmat kala bersama, walau terbingkai dalam camera. Dalam hati aku berdoa Ya...Allah....berilah nikmat tiada tara buat kami yang selalu menjalin silaturahmi demi mengharap Redha-Mu. 

Selamat Liburan My Bestie


Ruang Waktu

  Ruang Waktu Udara boleh memanas  tapi tidak dengan hatiku Siang merona bersimbah peluh Itupun tak menghalangi langkahku Hasrat hati masih ...